TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Faktor efisiensi dan pengiritan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jadi poin penting pertimbangan konsumen dalam memilih mobil baru.
Kehadiran mobil listrik, terutama dari China memberikan alternatif pilihan bagi konsumen akan kendaraan yang lebih irit dan ramah lingkungan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada semester I 2025 tercatat sebanyak 35.846 unit.
Sayangnya, mobil listrik punya kendala harga baterai yang mahal, pengisian baterai yang lama, dan terbatasnya tempat pengisian ulang daya baterai, terutama di luar kota bagi yang ingin bepergian jauh.
Alternatif pilihan yang realistis adalah mobil hybrid, yang menggabungkan penggunaan BBM dan baterai listrik.
Berikut ini daftar mobil irit BBM dari pabrikan Daihatsu.
Yang pertama adalah Rocky Hybrid.
Rocky Hybrid yang diimpor utuh atau completely built up/CBU dari negara asalnya Jepang ini merupakan mobil yang compact, smart, irit, efisien, dan ramah lingkungan.
Mobil bermesin 3-silinder Atkinson WA-VEX 1.200 CC dengan 80 HP dan 105 ini terbilang sangat irit di kelasnya.
Berdasarkan uji kendaraan yang dilakukan di Jepang, satu liter BBM bisa dipakai untuk menempuh 28 km dengan metode Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle /WLTC hingga 34,5 km dengan metode Japan Cycle ‘08/JC08.
Produk Daihatsu lainnya juga tergolong irit dalam pemakaian BBM.
Berdasarkan hasil uji jalan yang dilakukan di Indonesia, konsumsi BBM Daihatsu Terios terbaru bisa mencapai 12-16 km/liter.
Sedangkan, konsumsi BBM Xenia 1.3L berkisar antara 10-12 km/liter untuk dalam kota dan 13-15 km/liter untuk luar kota.
Daihatsu Sigra juga mencatat pemakaian BBM yang irit.
BBM-nya bisa mencapai 14 km/liter untuk dalam kota dan 17,6 km/liter untuk luar kota.
Semua penggunaan BBM ini sangat tergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara.
Sedangkan rata-rata harga jual on the road mobil Daihatsu berkisar antara Rp 140.300.000 sampai dengan Rp 293.900.000 untuk Rocky Hybrid.
Pemakaian kendaraan yang efisien dan irit BBM ini sangat dibutuhkan konsumen. Apalagi, di situasi ekonomi yang seperti saat ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengoreksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 menjadi 4,7 - 5 persen.
Padahal, target pertumbuhan ekonomi Pemerintah di APBN 2025 adalah 5,2 persen. Beratnya kondisi ekonomi diakui oleh Sekjen Gaikindo Kukuh Kumara.
Data penjualan whole sales Gaikindo Juni 2025 tercatat 57.760 unit atau turun 22,6 persen dibandingkan Juni 2024 sebesar 74.615 unit secara tahun ke tahin.
Dia menyebutkan, daya beli masyarakat belum pulih tetapi animo masyarakat untuk melihat pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara ini sangat tinggi.
"Jumlah pengunjung selama ini sudah melebihi jumlah pengunjung pada GIIAS 2024," ucapnya.
Pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 di ICE BSD City, Tangerang Selatan, Banten, Chief Executive Officer PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (PT AI-DSO), Fredy Handjaja menyampaikan, Daihatsu membukukan 580 Surat Pemesanan Kendaraan(SPK). Dari jumlah tersebut, Rocky Hybrid mencatatkan 147 SPK.
"Kehadiran Rocky Hybrid dan Sigra minor change akan menjadi pendorong penjualan Daihatsu di paruh kedua 2025," ungkapnya.
Untuk menggenjot penjualan di semester II 2025, pihaknya menyediakan program khusus pada bulan Juli - September 2025 yakni undian berhadiah di antaranya motor dan emas.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada semester pertama 2025, total penjualan mobil sebanyak 374.740 unit.
Daihatsu menempati peringkat kedua dengan penjualan 64.405 unit dan menguasai market share 17,2 persen. Hal itu kian mengokohkan posisi Daihatsu di urutan kedua penguasaan pasar mobil di Indonesia selama 16 tahun berturut-turut. (eyf)