Maulid Nabi 2025: Menyelami Arti serta Nilai di Balik Kelahiran Rasulullah SAW
Fidiah Nuzul Aini August 29, 2025 08:34 AM

Grid.ID -Mengenal Maulid Nabi 2025. Ternyata untuk menyelami arti serta nilai di balik kelahiran Rasulullah SAW.

Setiap 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriah, umat Muslim di berbagai belahan dunia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tahun ini, peringatan Maulid Nabi 2025 jatuh pada 5 September 2025 yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1447 H. Adapun hari ini tercatat 26 Safar 1447 H, sehingga perayaan Maulid akan tiba sekitar 16 hari mendatang.

Maulid Nabi 2025: menyelami arti serta nilai di balik kelahiran Rasulullah SAW

Sejarah Peringatan Maulid Nabi

Dalam catatan Marlyn Andryyanti pada karya Makna Maulid Nabi Muhammad SAW (Studi pada Maudu Lompoa di Gowa) (2017), disebutkan bahwa Rasulullah SAW beserta para sahabat tidak pernah merayakan hari kelahiran beliau dengan ritual khusus.

Tradisi peringatan Maulid baru muncul pada masa Sultan Salahuddin al-Ayyubi (1138–1193 M). Saat itu, Abu Said al-Qakburi, gubernur Irbil di Irak, memperkenalkan Maulid dengan tujuan membangkitkan semangat umat Islam yang tengah berperang menghadapi pasukan Salib.

Seiring perkembangan zaman, perayaan Maulid Nabi menyebar luas ke berbagai wilayah, termasuk ke Nusantara. Di Indonesia, tiap daerah punya cara unik, mulai dari tasyakuran dengan tumpeng, pembacaan barzanji, hingga melantunkan shalawat di masjid. Walau bentuknya beragam, tujuannya sama: menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW.

Makna Maulid Nabi

Menurut Revky Oktavian Sakti dkk. dalam Maulid Sebagai Ekspresi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Al-Qur’an (2023), secara etimologi kata Maulid berasal dari bahasa Arab waladun yang berarti kelahiran. Dalam tradisi umat Islam, Maulid dipahami sebagai peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang biasanya diisi dengan doa, dzikir, pembacaan shalawat, ceramah agama, hingga berbagi sedekah.

Banyak kalangan juga meyakini bahwa bulan Rabiul Awal merupakan bulan penuh berkah. Karena itu, perayaan Maulid seringkali dikaitkan dengan doa untuk panjang umur, kelapangan rezeki, dan keselamatan dunia akhirat.

Dengan demikian, Maulid Nabi bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk syukur, cinta, dan pengharapan umat kepada Allah SWT melalui keteladanan Rasulullah SAW.

Hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW

Ada sejumlah pelajaran penting yang dapat dipetik dari peringatan Maulid Nabi, di antaranya:

1. Mendorong memperbanyak shalawat

Maulid erat kaitannya dengan pembacaan shalawat, yang menjadi wujud cinta kepada Nabi sekaligus amalan yang mendatangkan banyak pahala, pengampunan dosa, peninggian derajat, serta janji kebersamaan dengan Rasulullah di surga.

2. Ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi

Kehadiran Nabi Muhammad SAW adalah rahmat bagi seluruh alam. Maulid menjadi cara umat Islam mengekspresikan kegembiraan itu. Bahkan, ada riwayat bahwa Abu Lahab mendapat keringanan siksa lantaran bergembira atas kelahiran Nabi.

3. Meneladani akhlak Rasulullah

Empat sifat utama beliau—shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas)—tetap relevan hingga kini, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat.

4. Melanjutkan perjuangan Nabi

Rasulullah SAW berjuang sepenuh jiwa demi menegakkan agama Allah. Melalui Maulid, umat diingatkan untuk menjaga warisan beliau, yaitu Al-Qur’an dan sunnah, dengan mempelajari dan mengamalkannya.

5. Menumbuhkan cinta kepada Rasulullah

Dengan mengenal perjalanan hidup Nabi sejak lahir hingga wafat, umat semakin termotivasi meneladani akhlaknya. Cinta kepada beliau tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan lewat amal saleh, perkataan yang baik, dan sikap terpuji.

6. Meningkatkan kualitas ibadah

Maulid juga momentum untuk memperkuat ibadah seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, memperbanyak shalat sunnah, serta menambah rasa syukur kepada Allah SWT.

7. Memupuk syukur dan kepedulian sosial

Peringatan Maulid identik dengan tradisi berbagi. Meneladani sifat dermawan Rasulullah, umat diajak bersedekah kepada fakir miskin. Di Indonesia, hal ini sering diwujudkan lewat tumpengan, pembagian makanan, hingga kegiatan sosial.

Kesimpulan

Dari uraian tersebut, Maulid Nabi 2025 memiliki arti yang mendalam. Ia bukan sekadar mengenang hari lahir Rasulullah SAW, melainkan juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperkuat cinta kepada beliau, dan meneladani akhlak mulia yang diwariskan.

Dengan memahami makna dan hikmah Maulid, umat Islam akan semakin dekat dengan ajaran Nabi, penuh rasa syukur, serta lebih peduli terhadap sesama di tengah kehidupan modern.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.