Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko terkena penyakit kanker. Memilih beberapa makanan atau minuman tertentu dianggap baik untuk mencegah sel kanker 'hidup' di tubuh.
Ahli gastroenterologi lulusan Harvard University dan pakar bidang kesehatan, dr Saurabh Sethi mengatakan minuman tertentu dapat berperan penting dalam menurunkan risiko sel kanker dalam tubuh. Ini karena minuman tersebut memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Perlu diingat, tidak ada satu minuman pun yang telah terbukti secara sains dapat bertindak sebagai 'perisai ajaib' melawan kanker.
Berikut adalah minuman-minuman yang menurut studi memiliki kandungan untuk mencegah munculnya sel kanker.
1. Teh Hijau
Minuman ini kaya akan antioksidan seperti katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) yang dipercaya dapat melawan kerusakan sel dan mengurangi risiko kanker.
Menurut studi, teh hijau dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker tertentu, seperti kanker payudara, kanker prostat, dan kanker kolorektal. Namun, para ilmuwan mengingatkan minum teh hijau saja tidak cukup untuk mencegah kanker.
Manfaat sebenarnya dari teh hijau terletak pada kemampuannya untuk mengurangi peradangan kronis dan stres oksidatif, yakni dua pemicu utama pertumbuhan sel abnormal.
2. Smoothie Hijau (Bayam, Mentimun, Seledri, dan Jahe)
Beberapa bahan tersebut memiliki keajaibannya masing-masing. Bayam dan seledri menyediakan folat dan serat, keduanya dapat menurunkan. risiko kanker gastrointestinal (GI), yakni sekelompok kanker yang memengaruhi saluran pencernaan dan organ pendukungnya, seperti kanker esofagus, lambung, usus besar, rektum, pankreas, dan hati.
Mentimun menambah hidrasi dan antioksidan, sementara jahe menghadirkan senyawa anti-inflamasi seperti gingerol. Bersama-sama, mereka tidak hanya 'mendetoksifikasi' tubuh, mereka menciptakan lingkungan di mana sel-sel sehat berkembang dan peradangan tetap terkendali.
3. Kunyit dan Lada Hitam
Kunyit dengan senyawa kurkuminnya, sesuai hasil penelitian mampu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi pembentukan tumor pada hewan. Lalu, Lada hitam mengandung piperin, yang secara signifikan meningkatkan penyerapan kurkumin.
Namun, bukti klinis pada manusia masih terus berkembang, dan efeknya tidak sedramatis yang sering ditampilkan di media sosial. Meskipun demikian, meminum kunyit dan lada hitam secara teratur dapat berkontribusi pada gaya hidup anti-inflamasi, dan jika dipadukan dengan kebiasaan sehat lainnya, hal ini secara diam-diam menurunkan risiko yang terkait dengan penyakit kronis, termasuk kanker.