Jakarta (ANTARA) - Carlos Alcaraz untuk pertama kali mengalami kesulitan dalam perjalanannya di US Open, Jumat (29/8) waktu setempat atau Sabtu WIB, tetapi ia berhasil menemukan ritmenya untuk mengalahkan Luciano Darderi 6-2, 6-4, 6-0 dan mencapai babak keempat.
Memimpin dengan selisih satu set dan 4-1, Alcaraz kehilangan servis untuk pertama kalinya pekan ini. Ia kemudian meminta waktu medis setelah mengalami kendala saat melakukan servis. Petenis Spanyol itu berhasil memenangi tujuh gim berikutnya untuk mendapatkan kembali kendali dan meraih kemenangan.
"Saya merasa baik-baik saja, hanya tindakan pencegahan saya meminta bantuan fisioterapis," kata Alcaraz ketika ditanya tentang waktu istirahat medis tersebut, seperti disiarkan ATP.
"Ketika dia mematahkan servis saya, di poin terakhir saya merasakan sesuatu di lutut, tetapi setelah lima atau enam poin, rasa sakit itu hilang."
"Saya hanya meminta fisioterapis untuk merawat lutut saya, jadi saya harus merasa baik-baik saja. Saya akan membicarakannya dengan tim saya, tetapi saya merasa baik-baik saja," ujar petenis berusia 22 tahun itu.
Alcaraz, yang memenangi gelar major pertamanya di US Open pada 2022, tetap berada di jalur yang tepat untuk bertemu dengan juara empat kali Novak Djokovic di semifinal.
Namun, untuk saat ini, Alcaraz menghadapi pertandingan babak keempat melawan petenis Prancis Arthur Rinderknech, yang berhasil mengalahkan rekan senegaranya Benjamin Bonzi 4-6, 6-3, 6-3, 6-2. Alcaraz unggul atas Rinderknech 3-0 dalam seri Lexus ATP Head2Head mereka.
Meskipun sempat kehilangan momentum di set kedua, Alcaraz tampil tanpa ampun di semua aspek, terutama dengan forehand yang dominan sepanjang pertandingan.
"Saya hanya mencoba untuk terjaga, itu penting," kata Alcaraz.
"Memulai pukul 11.30 bukanlah jadwal yang biasa saya mainkan, jadi tujuan utama saya adalah memulai dengan baik, memulai dengan fokus."
"Saya rasa saya memulai dengan sangat baik, menekan hingga batas maksimal, memainkan reli panjang, dan setelah itu mempertahankannya," ujar pemilik lima gelar Grand Slam itu.
"Saya bukan orang yang suka pagi. Bagi saya, bangun pagi itu sulit, jadi untungnya hari ini saya bangun pagi, pemanasannya bagus, dan bermain bagus."
Dengan catatan 57 kemenangan dan enam gelar juara pada 2025, menurut indeks menang/kalah ATP, Alcaraz berada di belakang rival beratnya, Jannik Sinner, untuk memperebutkan posisi No. 1 dunia.
Alcaraz bisa merebut kembali posisi itu untuk pertama kalinya sejak September 2023 jika ia menyamai atau bahkan melampaui hasil Sinner di New York.
Sinner, juara bertahan dan tak terkalahkan di turnamen major lapangan keras sejak 2023, berada di paruh atas undian dan berpotensi menghadapi Alcaraz di pertandingan final.
Carlos Alcaraz into the second week without dropping a set! pic.twitter.com/8I1sn7DDnn
— US Open Tennis (@usopen) August 29, 2025