Grid.ID- Kronologi Inara Rusli jadi korban kebohongan menjadi pusat perhatian publik setelah pengakuannya soal hubungan dengan pengusaha Insanul Fahmi. Diketahui sebelumnya, Inara Rusli dan Insanul Fahmi dilaporkan atas dugaan perzinaan. Kasus ini memunculkan rangkaian pengakuan, bantahan, hingga bukti-bukti yang saling dipertentangkan.
Dalam konferensi pers, Inara mengaku seluruh hubungannya dengan Insanul berawal dari informasi yang ia terima bahwa pria tersebut berstatus lajang. Situasi berubah drastis ketika seorang perempuan bernama Wardatina Mawa menghubunginya dan mengaku sebagai istri sah Insanul.
Rentetan peristiwa setelah itu membawa kasus ini masuk ke ranah hukum dan menyeret nama-nama besar dalam prosesnya. Di tengah tekanan publik, Inara menyampaikan permohonan maaf sekaligus penegasan bahwa dirinya adalah korban dari kebohongan panjang. Lebih lengkapnya, inilah kronologi Inara Rusli jadi korban kebohongan statusInsanul Fahmi.
Kronologi Inara Rusli Jadi korban
Mengutip Kompas.com, Sabtu (29/11/2025), kronologi Inara Rusli jadi korban dimulai pada Juli 2025. Saat itu, ia diperkenalkan kepada pengusaha Insanul Fahmi melalui seorang teman untuk sebuah urusan bisnis.
Menurut kuasa hukum Putra Kurniadi, sejak pertemuan tersebut Insanul langsung menunjukkan ketertarikan dan mulai berkomunikasi intens dengan Inara. Dalam setiap interaksi itu, Insanul mengaku berstatus lajang dan tidak menunjukkan tanda-tanda memiliki keluarga, termasuk tidak adanya foto bersama pasangan di media sosial.
Keyakinan ini semakin menguat sehingga Inara bahkan sempat menyebut di sebuah program televisi bahwa pria yang dekat dengannya adalah seorang single. Pada fase ini, hubungan mereka berkembang cepat, hingga Inara diperkenalkan kepada keluarga Insanul. Tak ada satu pun indikasi yang memperlihatkan bahwa pria tersebut memiliki istri.
Perkembangan hubungan yang intens tersebut kemudian menjadi dasar awal terjeratnya Inara dalam situasi yang belakangan membuatnya terseret ke ranah hukum. Tim kuasa hukumnya bahkan menduga perkenalan itu bisa saja merupakan bagian dari sebuah skenario untuk menjatuhkan nama baik kliennya.
Hubungan yang tampak serius itu berlanjut pada pelaksanaan pernikahan siri pada 7 Agustus 2025. Namun, hanya berselang 12 hari kemudian, tepatnya 19 Agustus 2025, Inara menerima pesan dari seorang perempuan bernama Wardatina Mawa, yang mengaku sebagai istri sah Insanul selama lima tahun. Hal tersebut membuat Inara terpukul karena ternyata pria yang ia nikahi secara siri masih berstatus suami orang lain.
Pada saat dikonfrontasi, Insanul tidak memberikan jawaban tegas dan justru kembali mengubah pengakuannya. Ia menyebut bahwa dirinya sudah menjatuhkan talak dua, kemudian pada kesempatan lain mengaku sudah talak tiga kepada istrinya. Informasi yang berubah-ubah ini membuat Inara semakin sulit memahami situasi sebenarnya.
Kuasa hukumnya menegaskan bahwa kliennya tidak mengetahui status perkawinan Insanul saat pernikahan siri dilakukan. Inara juga merasa menjadi korban dari pembohongan tersebut.
Alasan Inara Menerima Pernikahan Siri
Kuasa hukum Inara, Putra Kurniadi, memaparkan alasan kliennya mau menikah siri dengan Insanul. Menurutnya, dikutip dari Serambinews.com, Insan mengaku telah talak tiga dengan istrinya dan mengajak Inara menikah secara resmi pada 2026.
Namun, untuk menghindari dosa, ia mengajak Inara menikah siri pada Agustus 2025. Pernikahan yang berlangsung cepat itu kemudian ternyata dibangun di atas informasi yang tidak benar.
Beberapa hari setelah pernikahan siri, Inara mendapat pesan dari Wardatina Mawa yang mempertanyakan status tersebut. Dalam komunikasi itu, Mawa menyebut dirinya masih menjadi istri sah Insanul.
Inara yang merasa dibohongi akhirnya memutuskan untuk berpisah dan menghentikan seluruh hubungan dengan Insan. Kuasa hukum menegaskan bahwa kliennya tidak mengetahui kondisi sebenarnya dan bahwa tindakannya semata-mata berdasarkan keyakinan bahwa Insan adalah pria lajang.
Inara Memilih Mundur
Setelah mengetahui status pernikahan Insanul yang sebenarnya, Inara disebut langsung mengambil keputusan untuk mengakhiri hubungan. Kuasa hukum Andi Taslim menegaskan bahwa sejak menerima pesan dari Wardatina, kliennya tak lagi ingin melanjutkan ikatan pernikahan siri tersebut.
Inara bahkan menyatakan penyesalan dan menegaskan tidak ingin menjadi penghancur rumah tangga seseorang. Ia memilih mundur dan berhenti menjalin kontak dengan Insanul.
Dalam pernyataan publiknya, Inara menegaskan bahwa ia tidak ingin berada pada posisi yang memicu perzinaan atau menjadi orang ketiga. Seluruh keputusan diambil setelah ia memahami bahwa Insanul masih berstatus suami sah Wardatina.
Kuasa hukum juga membantah berbagai isu viral, termasuk tuduhan mengenai video bercadar maupun gelang couple yang dikaitkan dengan Inara dan Insanul. Mereka menyebut hal-hal tersebut tidak berdasar dan memperkeruh keadaan.
Permintaan Maaf
Setelah membeberkan bagaimana kronologi Inara Rusli jadi korban kebohongan Insanul, ia pun menyampaikan permohonan maaf.Dalam konferensi pers yang digelar di kantor kuasa hukumnya, Inara tampil sambil menahan tangis. Ia minta maaf kepada publik atas kegaduhan yang terjadi, meski ia sendiri berada dalam posisi sebagai korban kebohongan.
Ia juga berterima kasih kepada publik yang masih memberikan kepercayaan dan dukungan moral di tengah tuduhan yang menimpa dirinya. Ucapannya ditutup dengan pernyataan pasrah bahwa hanya Tuhan yang bisa menjadi saksi atas apa yang ia alami.
Setelah memberikan pernyataan singkat itu, Inara memilih tidak menjawab pertanyaan media. Hal ini menggambarkan tekanan psikologis yang besar, terutama setelah berbagai isu liar mulai beredar, termasuk tuduhan dari pihak Wardatina mengenai rekaman CCTV. Tim kuasa hukum pun menegaskan bahwa Inara sama sekali tidak mengetahui bahwa rekaman itu diambil dari rumah pribadinya dan kini telah tersebar tanpa izin.
Dugaan Akses Ilegal Rekaman CCTV
Pertarungan hukum dalam kasus ini semakin meluas ketika pihak Inara melaporkan penyebaran rekaman CCTV ke Bareskrim Polri. Rekaman itu sebelumnya dibawa oleh Wardatina Mawa sebagai bukti dugaan perzinaan Inara dan Insanul.
Namun, tim kuasa hukum Inara menilai rekaman tersebut diambil dan disebarkan secara ilegal, melanggar Undang-Undang ITE. Kasubdit I Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rizki Agung Prakoso, membenarkan bahwa laporan telah masuk dan masih dalam proses penyelidikan.
Insanul sendiri mengaku terkejut bahwa rekaman dari rumah pribadi Inara bisa sampai ke tangan istrinya. Ia bahkan menyebut menerima video serupa dari saudara iparnya yang disertai ancaman.
Menurutnya, rekaman itu diambil sekitar Agustus 2025, setelah dirinya dan Inara menikah siri. Meski demikian, keaslian dan legalitas penyebaran rekaman itu masih menjadi fokus penyelidikan.
Isi Rekaman CCTV
Situasi semakin memanas ketika Wardatina Mawa membeberkan isi rekaman CCTV dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo. Ia menyebut rekaman itu menampilkan perilaku zina antara suaminya dan seorang artis berinisial IR.
Rekaman yang disebut berdurasi dua jam itu menurutnya memuat adegan yang ia anggap sangat memalukan dan tidak pantas. Meskipun tidak memperlihatkan video secara langsung, penjelasan Mawa memicu opini publik dan menambah tekanan kepada Inara.
Dalam penuturannya, Mawa menyebut bahwa perilaku dalam video tersebut menunjukkan hubungan yang tidak mungkin dilakukan untuk pertama kalinya. Ia menyatakan bahwa sebagai seorang istri, kejadian itu sangat menyakitkan dan ia tak bisa menerima keadaan tersebut. Ucapan Mawa kemudian memantik reaksi berantai yang semakin memperburuk suasana bagi semua pihak yang terlibat.
Demikianlah kronologi Inara Rusli jadi korban yang menunjukkan betapa kompleksnya kasus ini, mulai dari perkenalan bisnis, pernikahan siri, pengakuan yang berubah-ubah, hingga polemik rekaman CCTV. Hingga kini, proses hukum masih berjalan, baik terkait dugaan perzinaan maupun dugaan penyebaran rekaman CCTV ilegal.