...Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini saya bersama dengan teman-teman dan tim akan segera mengunjungi daerah-daerah tersebut
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama tengah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap sarana pendidikan keagamaan seperti madrasah, rumah ibadah, serta potensi korban dari kalangan santri imbas banjir di Sumatera.
“Kemudian juga berapa rumah ibadah dan kami juga mendata adakah santri atau murid-murid kita yang ikut korban dengan kejadian-kejadian ini,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.
Menag menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini menyebabkan kerusakan hunian, fasilitas pendidikan, dan rumah ibadah, serta korban jiwa.
Menag mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat. Ia juga menyoroti perlunya kolaborasi seluruh elemen bangsa.
“Mudah-mudahan dalam waktu singkat ini saya bersama dengan teman-teman dan tim akan segera mengunjungi daerah-daerah tersebut. Dengan memberikan bantuan yang seperlunya sebatas kemampuan yang kami miliki,” kata dia.
Menag mengajak masyarakat memperkuat empati terhadap saudara sebangsa. Ia menyampaikan bahwa rasa kepedulian merupakan karakter dasar bangsa Indonesia.
“Saya mengimbau kepada kita semuanya mari kita tunjukkan solidaritas kita kepada saudara-saudara kita warga sebangsa yang mengalami musibah ini. Salah satu ciri khas kita sebagai bangsa Indonesia solidaritas ini, persaudaraan ini sangat kuat,” ujar Menag.
Masyarakat yang tidak terkena dampak memiliki kewajiban moral untuk ikut mendoakan. Empati sosial menjadi bagian penting dari kekuatan bangsa. Dengan begitu, rasa persatuan dapat tumbuh di tengah cobaan.
“Dan kita semuanya yang selamat dan tidak terkena apa-apa ikut prihatin dan mendoakan kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah ini. Mudah-mudahan Allah menurunkan hikmah yang besar di balik musibah ini,” ujarnya.







