Jakarta (ANTARA) - Sejumlah delegasi dari berbagai negara Afrika yang tergabung dalam L’Afrique qui ose - Afrique Challenge Group kagum atas pencapaian BPJS Kesehatan dalam membangun program JKN yang menghadirkan perlindungan kesehatan bagi seluruh warga.
"Mencapai UHC dalam satu dekade merupakan hal yang sangat menantang, namun Indonesia mampu melakukannya dengan sangat baik, bahkan lebih cepat dibanding banyak negara lain. Dengan jumlah penduduk yang tidak sedikit, BPJS Kesehatan tetap dapat menghadirkan sistem jaminan kesehatan yang merata tanpa terkecuali," kata CEO L’Afrique qui ose, Alioune Gueye dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya, Indonesia mampu menunjukkan bahwa keberhasilan sistem jaminan kesehatan tidak hanya bergantung pada pendanaan, tetapi juga pada visi, kepemimpinan, dan kemampuan membangun ekosistem layanan yang solid.
Ia menyebut penerapan teknologi seperti pemanfaatan kecerdasan buatan, integrasi data, dan digitalisasi proses administrasi sebagai langkah yang visioner.
"Kami kagum bagaimana BPJS Kesehatan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan mutu layanan bagi peserta JKN. Aplikasi Mobile JKN adalah salah satu contoh inovasi yang sangat maju, memberikan kemudahan nyata bagi peserta dalam mengakses layanan. Selain itu, saya melihat fitur i-Care JKN sebagai terobosan penting karena fitur ini memungkinkan dokter di rumah sakit dapat mengetahui riwayat pelayanan kesehatan peserta JKN, sehingga dapat ditangani dengan cepat dan tepat," katanya.
Menurut Alioune, ekosistem JKN yang dibangun BPJS Kesehatan dapat menjadi rujukan bagi banyak negara.
Ia menambahkan masyarakat Indonesia patut bangga dengan kehadiran Program JKN yang memberikan perlindungan finansial sekalipun di saat masyarakat sedang sakit.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ghufron Mukti menyambut baik kedatangan delegasi dari Afrika untuk mempelajari secara langsung penyelenggaraan Program JKN.
"Tidak mudah bagi Indonesia untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk. Namun, berkat komitmen dan kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan, kini sudah lebih dari 98 persen penduduk Indonesia terlindungi Program JKN dan memperoleh predikat UHC," kata Ghufron.
Ghufron menyampaikan bahwa transformasi digital merupakan fondasi penting dalam mendukung peningkatan kualitas layanan Program JKN.
Menurut dia, dengan implementasi inovasi pada Program JKN yang adaptif, dipastikan seluruh peserta mendapatkan layanan yang mudah, cepat, dan setara.
Transformasi ini menjadi bagian dari komitmen BPJS Kesehatan untuk menghadirkan penyelenggaraan Program JKN yang berkelanjutan.
"BPJS Kesehatan juga memiliki Performance Management Center untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan Program JKN di lapangan. Dari sini dapat dipantau jumlah transaksi dari seluruh fasilitas kesehatan yang mencapai jutaan transaksi tiap harinya," imbuh Ghufron.







