Simpang Empat (ANTARA) - Tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus berupaya mencari enam korban yang tertimbun longsor di Batang Tinggam, Nagari (Desa) Sinuruik, Kecamatan Talamau, Sabtu.
"Akses jalan yang putus di Rimbo Kejahatan membuat kesulitan melewati alat berat menuju lokasi. Saat ini kita berkoordinasi dengan berbagai pihak agar mendatangkan alat berat untuk mencari korban," kata Kepala Pelaksana BPBD Pasaman Barat Jhon Edwar di Simpang Empat, Sabtu.
Tim di lokasi bencana juga melakukan pengamatan dengan hasil temuan ada penyumbatan oleh material longsor di aliran sungai setempat.
"Untuk membuka aliran sungai maka diperlukan alat berat ekskavator. Kalai tidak ada halangan hari ini ekskavator turun ke lokasi," ujarnya.
Berdasarkan informasi pihak nagari (desa), enam warga tertimbun longsor pada Jumat (28/11), pukul 04.00 WIB
Longsor itu juga menyebabkan dua rumah tertimbun longsor dan menimbun aliran Sungai Batang Tinggam.
Panjang longsor sekitar 600 meter dengan tinggi 10 meter. Material longsor juga menimbun lahan pertanian masyarakat
Dia menyebutkan informasi awal satu orang yang selamat atas nama Rendi telah mendapatkan perawatan di Puskesmas Talu, Kecamatan Talamau.
Sebanyak enam orang yang tertimbun longsor dan masih dalam pencarian atas nama Yelma Yunita, Rafael, Diam Fernada, Inur, Siam, dan Zahra.
Dia menjelaskan sekitar 96 warga yang tinggal di dekat lokasi longsor telah mengungsi ke tempat aman di Batas Semut Sinuruik, Talamau.
Dia mengimbau masyarakat untuk sementara waktu tidak berada dekat perbukitan karena rawan longsor.







