50 Chef Cilik Tunjukkan Kreativitas dan Edukasi Gizi di Kompetisi Memasak Nasional
Poetri Hanzani November 29, 2025 05:34 PM

Nakita.id -Kegiatan memasak kini tidak lagi sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjadi sarana kreativitas dan edukasi, terutama bagi anak-anak.

Perkembangan tren kuliner di rumah dan meningkatnya minat generasi muda terhadap aktivitas memasak membuat berbagai kompetisi memasak anak semakin diminati.

Ajang-ajang seperti ini tidak hanya menantang kemampuan teknik dan kreativitas, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya nutrisi dan pemilihan bahan makanan berkualitas sejak dini.

San Remo menggelar Grand Final Weyoco Junior Chef Indonesia Season 5 di La Piazza Gandaria City, mempertemukan 50 finalis terbaik dari berbagai kota untuk berkompetisi menciptakan kreasi pasta di hadapan juri profesional. Acara yang berlangsung Sabtu (22/11) ini menjadi puncak dari rangkaian audisi di 6 kota besar Indonesia serta audisi online yang diikuti lebih dari 600 peserta anak usia 10-15 tahun.

Di tengah tren at-home cooking yang terus berkembang, di mana 64% konsumen Indonesia kini lebih memilih aktivitas di rumahdan pasar convenience food diproyeksikan tumbuh 7,9% pada 2026, kompetisi ini hadir sebagai platform edukasi kuliner yang mengenalkan pentingnya memilih bahan berkualitas untuk mendukung gizi seimbang anak sejak dini.

Grand Final tahun ini tidak hanya mengasah kemampuan memasak anak, tetapi juga menghadirkan rangkaian program edukatif termasuk talkshow "Pentingnya Gizi Anak & Pasta sebagai Makanan Seimbang" bersama nutritionist dan mom community leader, cooking demonstration oleh Chef Vindex Tengker dari Asosiasi Chef Profesional, serta berbagai aktivitas keluarga yang dirancang untuk memperkuat bonding orang tua dan anak melalui kegiatan memasak.

Kompetisi Memasak Seru dengan Standar Profesional

Para finalis berkompetisi membuat kreasi pasta yang dinilai langsung oleh empat juri profesional yaitu Chef Vindex Tengker (Vice President Asosiasi Chef Profesional), Bukhori (MasterChef Indonesia Season 5), Cynthia dari akun instagram @janelleandmom, dan Machel (MasterChef Indonesia Season 9).

Kriteria penilaian tidak hanya mencakup aspek teknis seperti kreativitas, rasa, dan presentasi, tetapi juga kemampuan storytelling, di mana peserta menjelaskan filosofi dan pemahaman nutrisi di balik hidangan yang mereka buat.

“Antusiasme anak-anak hari ini mengingatkan kita bahwa dapur bisa menjadi ruang kelas paling menyenangkan,” ujar Bruno Scheidt, Export Manager San Remo.

“Ketika mereka belajar memilih bahan berkualitas dan memahami nilai gizi dari setiap bahan yang digunakan, mereka sedang membangun fondasi pola makan sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Grand Final ini membuktikan bahwa memasak bisa menjadi media pembelajaran yang bermakna sekaligus menyenangkan.”

Edukasi Gizi untuk Orang Tua dan Anak

Acara dibuka dengan talkshow edukatif yang menghadirkan Alenna, nutritionist, dan Vibie, Founder Smartmums. Keduanya berbagi wawasan praktis tentang bagaimana orang tua dapat melibatkan anak dalam proses memasak sebagai cara mengenalkan konsep gizi seimbang dengan cara yang menyenangkan.

Dalam sesi talkshow, dibahas pula pentingnya memilih karbohidrat kompleks yang memberikan energi lebih lama dan protein yang mendukung pertumbuhan anak, keduanya merupakan nutrisi yang terkandung dalam pasta dari gandum berkualitas.

Chef Vindex Tengker kemudian memberikan cooking demonstration dengan menu pasta praktis yang dirancang untuk mudah direplikasi di rumah oleh ibu-ibu Indonesia, memperkuat misi San Remo dalam menghadirkan solusi makanan sehat yang tetap lezat dan mudah diakses untuk keluarga.

Pengalaman Berkesan untuk Seluruh Keluarga

Untuk menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi seluruh keluarga, acara diperkaya dengan berbagai hiburan termasuk magician show, pertunjukan pantomim, dan live music band di penghujung acara.

“Energi dan semangat anak-anak di Grand Final hari ini sangat luar biasa. Mereka tidak hanya berkompetisi, tapi juga saling belajar dan mendukung satu sama lain tentang kreativitas kuliner. Antusiasme dari orang tua dan pengunjung juga membuktikan bahwa program seperti ini sangat dibutuhkan. Kami berharap Weyoco Junior Chef Indonesia dapat terus menginspirasi lebih banyak anak untuk percaya diri berkreasi di dapur dengan bahan-bahan yang bergizi,”tambah Bruno.

Setelah penilaian ketat dari para juri, gelar Junior Chef Champion 2025 berhasil diraih oleh Kayna Renee Lynn dari Bogor, diikuti oleh Ariele Ridinda Kirei dari Depok di posisi kedua, dan Talenia dari Kebayoran di posisi ketiga. Para pemenang membawa pulang hadiah menarik termasuk sertifikat, uang tunai, dan peralatan masak premium. Lebih dari sekadar trofi, pengalaman ini memberikan bekal keterampilan hidup dan pemahaman gizi yang akan bermanfaat bagi perjalanan mereka di masa depan.

“Acara hari ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat dan akses ke bahan berkualitas, anak-anak Indonesia mampu menciptakan karya kuliner yang luar biasa,” tutup Bruno.

“San Remo akan terus berkomitmen untuk mendukung program-program edukatif seperti ini sebagai bagian dari kontribusi kami dalam membangun generasi yang lebih sehat, kreatif, dan peduli terhadap pentingnya nutrisi sejak dini.”

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.