...Dalam keadaan darurat, pelayanan harus bisa diperluas

Sorong (ANTARA) - Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu menegaskan bahwa seluruh fasilitas kesehatan, terutama rumah sakit di wilayahnya, tidak boleh menunda pelayanan kepada pasien hanya karena alasan administrasi.

Menurut dia, keselamatan pasien khususnya yang datang dalam kondisi kritis harus menjadi prioritas dalam penanganan pelayanan kesehatan.

"Kita tidak boleh mendahulukan urusan administrasi. Pasien yang membutuhkan pertolongan segera harus ditangani dulu. Kekurangan berkas atau persoalan biaya bisa dibicarakan kemudian dengan keluarga atau pemerintah,” ujarnya usai mengikuti pelantikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sorong di Kabupaten Sorong, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan dan monitoring mulai dari provinsi hingga ke kabupaten kota akan intensif dilakukan guna memastikan secara bersama kualitas pelayanan di setiap rumah sakit optimal.



Gubernur juga menyoroti pentingnya fleksibilitas fasilitas kesehatan dalam menghadapi situasi darurat.

Menurutnya, pengalaman dari berbagai kejadian sebelumnya dan bencana alam menunjukkan bahwa ruang pelayanan bisa diperluas dan penanganan dapat dilakukan di lokasi mana pun sesuai kebutuhan.

“Dalam keadaan darurat, pelayanan harus bisa diperluas. Yang utama adalah keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selain standar pelayanan, Gubernur Elisa Kambu memastikan pemerintah provinsi akan terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan walaupun rumah sakit provinsi hingga saat ini belum ada.



Beberapa fokus penguatan yang tengah dijalankan bersama pemerintah kota dan kabupaten, terdiri atas peningkatan fasilitas rumah sakit melalui penyediaan alat kesehatan yang lebih modern dan memadai.

Kemudian, peningkatan kompetensi tenaga medis melalui pelatihan, kerja sama dengan lembaga kesehatan nasional dan menguliahkan tenaga dokter.

"Peningkatan sistem rujukan dan layanan gawat darurat, termasuk kesiapsiagaan menghadapi bencana," bebernya.

Selain itu, penguatan pengawasan dan evaluasi pelayanan di seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk memastikan tidak ada lagi pasien yang tertunda penanganannya karena persoalan administrasi.

“Kita berupaya agar layanan kesehatan terus membaik dari waktu ke waktu. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang manusiawi, cepat, dan profesional,” katanya.