RTIK Aceh meminta masyarakat tetap waspada dan hanya menyebarkan informasi yang valid, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mencegah kepanikan serta penyebaran hoax di tengah bencana.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS COM, BLANGPIDIE - Relawan Teknologi dan Informasi (RTIK) Aceh mengeluarkan imbauan darurat terkait banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh.
RTIK Aceh meminta masyarakat tetap waspada dan hanya menyebarkan informasi yang valid, terverifikasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi mencegah kepanikan serta penyebaran hoax di tengah bencana.
Wakil Ketua RTIK Aceh, Adi Khairi, mengatakan pihaknya terus memantau situasi melalui jaringan relawan di wilayah terdampak.
Ia menegaskan, prioritas RTIK Aceh saat ini adalah memastikan publik memperoleh informasi yang benar, termasuk terkait akses jalan, jalur evakuasi, lokasi pengungsian, kondisi jaringan komunikasi, hingga perkembangan penanganan bencana oleh pihak berwenang.
“Masyarakat diminta tidak terburu-buru membagikan foto atau video yang belum jelas sumbernya.
Verifikasi sangat penting agar tidak memicu keresahan atau memunculkan informasi simpang siur di tengah situasi darurat,” kata Adi Khairi, Sabtu (29/11/2025).
Ia menambahkan, berdasarkan laporan resmi Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kementerian Komunikasi dan Digital yang diterima RTIK Aceh, banjir telah menyebabkan gangguan layanan telekomunikasi di sejumlah kabupaten/kota.
Diketahui, dari total 34.660 site telekomunikasi yang beroperasi di seluruh Aceh, sebanyak 799 site dilaporkan terdampak atau sementara tidak berfungsi akibat banjir, pemadaman listrik PLN, dan gangguan transmisi.
Gangguan ini tersebar di sejumlah kabupaten/kota, termasuk Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bireuen, Banda Aceh, Lhokseumawe, Nagan Raya, Pidie, dan Pidie Jaya.
Selain itu, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk melaporkan 208 site terdampak, sebagian besar karena terputusnya pasokan listrik dan sulitnya akses menuju lokasi terdampak.
“Operator seluler telah melakukan berbagai upaya pemulihan, termasuk mengoperasikan genset sebagai sumber daya sementara dan menyesuaikan jalur transmisi agar layanan tetap berjalan di beberapa wilayah.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap dan terus dipantau oleh tim di lapangan,” jelasnya.
RTIK Aceh juga mengingatkan masyarakat untuk bijak dalam menyebarkan informasi, terutama di media sosial.
Warga diimbau tidak membagikan informasi yang belum diverifikasi, menghindari publikasi foto atau video lama yang tidak terkait dengan kejadian saat ini, dan selalu merujuk pada sumber resmi seperti pemerintah daerah, BPBD, operator telekomunikasi, atau relawan yang berwenang.
Penyebaran informasi palsu atau tidak akurat, sebutnya, dinilai berpotensi menimbulkan kepanikan, menghambat proses evakuasi, dan mengganggu koordinasi penanganan bencana di lapangan.
Adi Khairi menegaskan bahwa solidaritas merupakan kekuatan terbesar dalam menghadapi bencana. Kepedulian antar warga, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk mempercepat pemulihan dan memastikan keselamatan bersama.
“RTIK Aceh menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pembaruan terkait kondisi jaringan komunikasi dan situasi di lapangan, berdasarkan laporan resmi dari berbagai titik pemantauan,” pungkasnya. (*)