Ringkasan Berita:
- Sejak 2 hari terakhir (27–28/11/2025), Gayo Lues dilanda banjir bandang dan longsor besar yang memutus akses menuju 6 kecamatan.
- Jalan utama hancur, jembatan roboh, sungai meluap dengan arus deras.
- Ribuan warga terjebak dalam keterisolasian, listrik padam, pasokan makanan & obat-obatan menipis.
- Tim Tanggap Darurat Pemkab Gayo Lues berjuang menembus empat titik jalan amblas tertutup longsor.
- BPBD Gayo Lues menegaskan daerah ini terputus total.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Edi Sutami | Gayo Lues
SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN – Gayo Lues luluh lantak.
Ribuan warga yang tengah menunggu uluran tangan pemerintah seakan menyeru bersama, memohon agar bantuan segera tiba di tengah bencana hebat yang melanda daerah berjuluk Negeri Seribu Bukit itu.
Sejak dua hari terakhir, Gayo Lues diterjang banjir bandang disertai longsor besar yang memutus total akses menuju enam kecamatan.
Jalan-jalan utama luluh lantak, jembatan roboh, dan aliran sungai yang biasanya tenang berubah menjadi arus yang menakutkan.
Duka mendalam kini menyelimuti warga yang terjebak dalam keterisolasian.
Tangis getir para ibu terdengar menggantikan riuh suara tawa anak-anak.
Kecemasan akan pasokan makanan untuk si buah hati menyayat hati, sementara aliran listrik padam dan teknologi tak lagi menjadi penghibur.
“Seperti matahari yang tenggelam tanpa meninggalkan cahaya,” ungkap Pak Rafa salah satu warga kepada Serambinews.com.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Tanggap Darurat Pemerintah Kabupaten Gayo Lues masih berjuang keras menembus empat titik jalan yang amblas dan tertutup material longsor.
Namun, medan yang ekstrem membuat upaya tersebut berjalan lambat.
Akibatnya, penyaluran bantuan untuk ribuan warga yang terdampak belum dapat dilakukan.
Jul Fikar, warga Kecamatan Rikit Gaib yang berhasil ke luar menuju Blangkejeren setelah berjalan kaki berjam-jam, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan situasi di kampung halaman.
“Innalillahi wa innailaihi raji’un… Allah Maha Kuasa atas segalanya,” ujarnya lirih sambil meneteskan air mata, Sabtu (29/11/2025).
“Dari kecil sampai sekarang, saya belum pernah melihat bencana sedahsyat ini. Kami sangat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan ke Rikit dan Pantan Cuaca. Kalau tidak, mungkin ada warga yang kelaparan,” ungkapnya penuh harap.
Sementara itu, Kepala BPBD Gayo Lues, Muhaimini ST M.Ec Dev, membenarkan bahwa saat ini Kabupaten Gayo Lues praktis terputus dari dunia luar.
“Tidak ada satu pun akses jalan yang bisa dilalui. Gayo Lues benar-benar terkurung. Kami sangat berharap pemerintah Aceh dan pemerintah pusat segera menurunkan bantuan ke daerah ini,” kata Muhaimini.
Ia menegaskan bahwa semua upaya sudah dikerahkan untuk menyelamatkan dan membantu korban.
Namun kondisi lapangan sangat berat, sementara kebutuhan mendesak seperti BBM, logistik, dan obat-obatan semakin menipis.
“Kondisi ini membutuhkan respons cepat. Ribuan jiwa menunggu harapan,” ujarnya dengan nada penuh keprihatinan.
Di tengah kepungan bencana ini, masyarakat Gayo Lues hanya bisa berharap agar tangan pemerintah segera menjangkau mereka membawa bantuan.
Membawa secercah cahaya yang kini hilang dari hari-hari mereka.(*)