Jakarta (ANTARA) - Center for Indonesian Strategic Action (CISA) menilai Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah berhasil melakukan beberapa langkah transformasi kelembagaan di tubuh Polri.
Direktur Eksekutif CISA Herry Mendrofa di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa Kapolri dengan konsep Presisi (Prediktif, Responsif, dan Transparansi Berkeadilan) telah membawa perubahan positif bagi institusi Polri dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Terlepas dari segala kritik yang diarahkan ke institusi Polri selama ini, kita patut memberi apresiasi pada Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang dengan konsep Presisi telah secara konsisten menjadikan Polri sebagai representasi supremasi sipil dalam demokrasi Indonesia kekinian,” katanya.
Menurut Herry, beberapa langkah transformasi yang telah dilakukan oleh Kapolri, di antaranya adalah pembentukan Tim Transformasi Reformasi Polri pada September 2025 yang terdiri dari 52 perwira tinggi dan menengah untuk memperkuat akuntabilitas dan responsibilitas institusi kepolisian.
Selain itu, modernisasi pelayanan publik Polri, mulai dari SIM dan SKCK online, tilang elektronik, hingga kanal pengaduan berbasis teknologi yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, serta memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kepolisian.
“Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo telah mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,” katanya.
Herry pun berharap Kapolri dapat terus membawa Polri menjadi institusi yang lebih profesional, modern, dan humanis.
“Kami juga berharap agar Kapolri dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat integritas, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan demikian, kita dapat membangun Indonesia yang lebih aman, damai, dan sejahtera,” imbuhnya.







