Buku Membuka Pintu Dunia Baru
R Hari Tri Widodo November 29, 2025 11:31 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Setiap buku memiliki pesan dan nilai unik yang ingin disampaikan kepada pembaca. Semua buku yang dibaca Zulfia Rizqimah memberikan pengalaman dan pelajaran yang berharga, masing-masing istimewa dengan caranya sendiri. 

Namun, jika berbicara buku yang memengaruhi cara pandang Zulfia dalam kehidupan adalah buku berjudul I am Malala karya Malala Yousafzai. 

Buku ini mengungkapkan bagaimana keberanian seorang anak perempuan bernama Malala untuk bersuara dan semangatnya menuntut ilmu di tengah perang. 

"Hal tersebut mengingatkan saya bahwa pendidikan adalah cahaya yang tak boleh padam. Sebagai guru yang mencintai membaca, kisahnya meneguhkan langkah saya untuk terus membela hak anak-anak dalam belajar, apa pun tantangannya," kata sarjana S1 PGSD ini.

Hal tersebut mengubah cara pandang warga Banjarbaru tersebut dalam kehidupan bahwa tidak ada batasan gender dalam berbicara ataupun menuntut ilmu. Semua tergantung pada keberanian kita sebagai manusia yang berakal.

Koleksi buku lainnya yang dimiliki Zulfia antara lain semua buku karya Ahmad Fuadi mulai dari Negeri 5 Menara dan seterusnya. Begitupula semua judul buku karya Andrea Hirata mulai dari Laskar Pelangi dan lainnya. Kemudian semua judul buku karya Agnes Jessica mulai dari Piano di Kotak Kaca. Karya-karya Agatha Cristie mulai dari Murder on the Orient Express, serta sejumlah novel-novel karya pengarang popular lainnya.

Selain itu biografi Selayang Pandang KH Idham Chalid karya Rizem Aizid, biografi RA Kartini, Soekarno, Soeharto, Prabowo, dan lainnya, hingga tokoh luar negeri yaitu Barack Obama, Christiano Ronaldo, Malala Yousafzai.

Zulfia yang kelahiran Banjarmasin, 1 Maret 1994, mengungkapkan, ia mengenal dunia baca mulai usia 4 dan 5 tahun. Dulu ia tinggal di daerah Kotabaru yang notabene agak jauh dari hiruk pikuk perkotaan sehingga sangat sulit akses untuk mendapatkan buku. 

"Buku yang paling saya sukai adalah majalah Bobo, meskipun saya belum bisa membaca lancar, masih mengeja, tetapi antusias saya dalam membaca membuat saya senang berlama-lama dengan majalah tersebut ditambah majalah itu menyiapkan banyak cerita pendek dan pengetahuan baru," kenangnya.

Karena kebiasaan itu, di usia 13 tahun, Zulfia menjadi suka menulis dan beberapa karyanya mulai masuk platform digital macam Novelme, dan lainnya.

"Saya sangat menyukai berbagai jenis bahan bacaan yang memberi wawasan mendalam, mulai dari pengetahuan dunia yang membuka pandangan tentang berbagai budaya dan peradaban, hingga topik politik yang mengasah pemahaman tentang dinamika kekuasaan dan masyarakat," papar Guru Teridola (Inovatif, Dedikatif, Kolaboratif) 2025 ini.
Selain itu, bacaan tentang isu sosial maupun kepribadian menarik hati saya karena erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari dalam mengubah mindset kita dan cara kita membangun harmoni di tengah perbedaan. 

"Saya juga gemar membaca tentang agama atau religi, yang memberikan refleksi mendalam dan ketenangan jiwa," katanya.

Zulfia membaca buku hampir setiap hari dan ia menerapkan aturan untuk sehari minimal membaca buku satu halaman hingga satu bulan minimal satu buku.  

Dalam membaca buku, ia tidak menargetkan waktu yang ia habiskan. Namun dalam satu hari pasti ada satu buku yang ia baca, entah itu 1-10 lembar per harinya. Ia lebih menerapkan konsistensi daripada lamanya waktu membaca.  

"Membaca itu seperti membuka pintu menuju dunia baru yang penuh ketenangan dan kedamaian. Setiap halaman memberikan pelarian sejenak dari rutinitas sehari-hari. Yang paling berkesan, membaca adalah cara untuk melatih pikiran menjadi lebih bijaksana," katanya 

Saat menghadapi masalah, ia mampu melihatnya dari berbagai sudut pandang, menjadi lebih tenang dalam menyikapinya, dan memahami langkah terbaik yang perlu diambil. 
Selain itu, membaca meningkatkan produktivitas dalam keseharian. Buku adalah sahabat setia yang selalu hadir, memberikan inspirasi dan memunculkan pemikiran baru yang menginspirasi.  

Zulfia sangat menikmati membeli buku secara offline karena dapat bersentuhan langsung pada buku serta dapat mencium aromanya yang menurutnya merupakan aroma surga bagi pencinta buku. 

"Tidak heran, jika kamar saya sudah seperti perpustakaan. Bahkan saya bercita-cita ketika memiliki rumah kelak, harus ada satu ruangan khusus menampung buku-buku saya seperti rumah mantan Presiden RI ketiga, yaitu BJ Habibie," tandasnya. (Salmah saurin)

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.