Bocah Blitar yang Hanyut di Sungai Wonodadi Ditemukan Meninggal di Kediri, Terbawa Arus 5,5 Km
Cak Sur November 30, 2025 12:31 AM
Ringkasan Berita:
  • Bocah berusia 8 tahun ditemukan meninggal di Kediri, Jatim, setelah hanyut dari Wonodadi, Blitar, sejauh 5,5 km.
  • Jasad korban tersangkut di rumpun bambu dan dievakuasi tim BPBD, TNI, dan Polri.
  • Korban hilang sejak 19 November setelah bermain hujan dekat rumah menuju sungai.

 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun yang hanyut di Sungai Desa Jaten, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban ditemukan di aliran sungai wilayah Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Sabtu (29/11/2025).

Korban Ditemukan 5,5 Km dari Lokasi Awal Hanyut

Jasad bocah bernama APN (8) ditemukan setelah 7 hari pencarian oleh tim gabungan. 

Tubuh korban ditemukan menyangkut di bawah rumpun bambu saat aliran sungai surut. 

Jarak penemuan dengan lokasi korban pertama hanyut mencapai sekitar 5,5 kilometer (km).

“Jasad korban ditemukan di aliran sungai wilayah Kecamatan Kras, dengan jarak sekitar 5,5 kilometer dari lokasi kejadian,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Wahyudhi.

BPBD Kabupaten Blitar menerima laporan dari warga, terkait penemuan jenazah dengan ciri-ciri yang cocok dengan korban hanyut. 

Tim URC kemudian diterjunkan ke lokasi untuk memastikan kebenaran laporan tersebut.

Proses Evakuasi Melibatkan BPBD, TNI dan Polri

Sesampainya di lokasi, petugas memastikan jenazah tersebut merupakan korban yang hilang sejak Rabu (19/11/2025). Evakuasi dilakukan bersama BPBD Kabupaten Kediri, TNI, dan Polri.

“Tim Inafis Polres Kediri kemudian melakukan identifikasi awal, sebelum jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk pemeriksaan lanjutan,” tambah Wahyudhi.

Setelah prosedur identifikasi dan administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Hilang Sejak Bermain Hujan di Dekat Rumah

Korban dilaporkan hilang sejak Rabu sore (19/11/2025), setelah terlihat bermain hujan di depan rumah. 

Berdasarkan keterangan saksi, korban berjalan menuju arah Sungai Proyek Jaten yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Upaya pencarian dilakukan keluarga dan warga sejak hari kejadian hingga malam, dilanjutkan keesokan harinya. 

Setelah tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban, pihak keluarga melapor ke BPBD dan kepolisian pada Jumat (21/11/2025).

Tim gabungan dari BPBD, SAR, TNI, Polri serta relawan melakukan pencarian selama 7 hari, namun tidak berhasil menemukan korban, hingga akhirnya jasadnya terlihat saat kondisi air sungai surut.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.