Raisa Kenang Sosok Ibunda Semasa Hidup, Bawel hingga Hangat ke Semua Orang
Argia Melanie Pramesti November 30, 2025 12:34 AM

Grid.ID – Raisa Andriana kembali mengenang sosok ibundanya, Ria Mariaty, yang meninggal dunia usai berjuang melawan kanker hati pada Sabtu, (29/11/2025) di Rumah Sakit Dharmais pada pukul 07.19 WIB di umur 65 tahun.

Raisa menceritakan betapa besar pengaruh sang ibu dalam hidup dan karirnya.

Di sela berbicara, Raisa tampak beberapa kali menahan tangis. Namun ia tetap berusaha menyampaikan ceritanya dengan suara yang lembut.

Raisa mengatakan karakter ibunya sangat mudah dikenali oleh siapa pun yang pernah bertemu. Menurutnya, sang ibu dikenal bawel, hangat, dan selalu penuh canda.

“Ibu tuh orangnya sangat bawel dan suka bercanda,” ujar Raisa.

Raisa juga menyebut ibunya termasuk sosok yang cepat membuat orang nyaman. Banyak orang yang baru bertemu langsung merasa seperti sudah mengenalnya lama.

“Ibu hangat sama semua orang, dan itu membuat siapa pun yang ketemu ibu pasti tersentuh," jelas Raisa.

Penyanyi berusia 35 tahun itu juga mengungkapkan bahwa kedekatannya dengan ibunda bukan hal baru. Sejak kecil, ia tumbuh dengan hubungan yang sangat kuat bersama sang ibu.

“Aku memang dekat banget sama ibuku, dan banyak banget yang aku pelajari dari sosok ibu," tambahnya.

Menurut Raisa, banyak prinsip hidup dan etika kerja yang diwariskan ibunya. Ia merasa banyak sifat positifnya sekarang berasal dari bimbingan sang ibu.

“Ibu itu inspirasiku dalam banyak hal, termasuk bermusik," jelas Raisa.

Ia mengungkapkan bahwa ada dua lagu dalam karirnya yang terinspirasi langsung dari ibundanya. Lagu-lagu itu menjadi penanda hubungan emosional mereka.

“Saking aku terinspirasinya sama ibu, aku sampai buat dua lagu," ungkap artis yang kerap dipanggil Yaya itu.

Ia juga mengatakan banyak momen kecil bersama ibunya yang kini menjadi penguat di tengah duka. Kenangan sederhana itu justru yang paling sering datang di benaknya.

“Aku yakin semua orang yang pernah ketemu ibu pasti tersentuh,” ujarnya.

Raisa kemudian melanjutkan bahwa kepergian ibunya terjadi dengan sangat tenang. Ia mengatakan tidak ada rasa sakit yang terlihat di detik-detik terakhir.

“Kepergiannya indah dan tidak ada kesakitan,” katanya. “Alhamdulillah semua prosesnya lancar.”

“Aku berharap doa teman-teman buat ibu,” ujarnya dengan suara bergetar. “Semoga diterima oleh Allah SWT.”

Raisa juga menyampaikan terima kasih kepada semua yang telah mendoakan ibundanya sejak sakit hingga berpulang. Dukungan itu disebut memberi kekuatan untuk keluarga.

“Terima kasih buat teman-teman yang sudah ikut doain ibu,” katanya. “Itu sangat berarti buat kami.”

Di akhir wawancara, Raisa kembali terlihat menahan tangis sebelum tersenyum kecil. Ia mengakhiri pernyataannya dengan penuh ketulusan.

“Mohon doanya untuk almarhumah ibu,” ujarnya singkat. “Semoga semuanya diberikan kelapangan.”

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.