Jakarta (ANTARA) - Kepala Basarnas Mohammad Syafii memimpin langsung operasi pencarian dan pertolongan melalui jalur udara untuk mengevakuasi korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Sabtu.

Mohammad Syafii yang dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu malam, melaporkan bahwa proses evakuasi dilakukan menggunakan helikopter Basarnas yang diterbangkan menuju lokasi terdampak karena banyak akses darat masih terputus akibat banjir disertai longsor.

Dalam kesempatan tersebut helikopter Basarnas mengevakuasi delapan warga dari Stadion Utama Poscam Jorong Sabarang Aie, Nagari Palambayan, Kecamatan Palambayan, Kabupaten Agam.

Adapun delapan warga tersebut merupakan korban luka-luka dari sejumlah daerah di Agam yang membutuhkan penanganan medis segera.

Selanjutnya, kata dia, delapan warga tersebut diterbangkan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.

Upaya evakuasi melalui udara tersebut merupakan bagian dari operasi tanggap darurat bencana menyeluruh yang tengah digencarkan di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara setelah banjir dan longsor melanda sejumlah kabupaten di daerah itu pada pekan ini.

Syafii menegaskan bahwa operasi SAR dilakukan secara intensif untuk menjangkau seluruh titik terdampak yang masih terisolasi, termasuk area yang sulit diakses menggunakan kendaraan darat. Basarnas terus memaksimalkan dukungan sarana udara, baik helikopter maupun pesawat kecil, hingga armada laut untuk mempercepat proses pertolongan.

Selama masa tanggap darurat bencana, dia memastikan koordinasi lintas instansi diintensifkan bersama dengan potensi SAR dari TNI, Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), organisasi pemerintah daerah, dan para relawan di bawah koordinasi teknis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk memastikan seluruh korban dapat segera dievakuasi, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil.

Ia juga menyiagakan tim tambahan dari satuan kantor SAR daerah lain dan Basarnas Special Grup (BSG) dari Jakarta apabila memang dibutuhkan seiring dinamika cuaca yang masih menjadi tantangan tim di lapangan.