Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi berharap aparatur sipil negara (ASN) bisa menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat lewat Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Dari sisi kesehatan publik, program ini menjadikan ASN sebagai teladan nasional dalam pencegahan kanker serviks melalui vaksinasi HPV. Program ini juga menunjukkan perlindungan negara terhadap perempuan sekaligus memperkuat keadilan gender dengan menempatkan laki - laki sebagai bagian penting dari solusi," kata Arifah Fauzi dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat lebih dari 36.000 kasus baru kanker serviks di Indonesia setiap tahunnya. Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan populasi perempuan berada di angka 49,9 persen dan populasi anak mencapai angka 31,7 persen di Indonesia.
"Angka ini menempatkan perempuan dan anak sebagai kelompok strategis untuk mewujudkan generasi yang berkualitas. Vaksinasi HPV adalah investasi jangka panjang karena kesehatan perempuan berpengaruh langsung pada kualitas keluarga dan generasi masa depan," kata Arifatul Choiri Fauzi.
Menurutnya, program ini menunjukkan langkah pemerintah sebagai pelopor pencegahan kanker serviks dan diharapkan memicu efek berantai agar masyarakat ikut bergerak.
Sementara Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyampaikan bahwa Program Satu Juta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN merupakan upaya memberikan aset dan perlindungan bagi masa depan perempuan dan anak Indonesia.
"Jika 90 persen perempuan dan anak di bawah 15 tahun mendapatkan vaksin HPV, maka pada tahun 2030 kita dapat mengeliminasi atau menurunkan angka kanker serviks hingga mendekati nol di Indonesia. ASN yang sehat adalah aset negara yang akan bekerja lebih profesional dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Dante Saksono Harbuwono.







