Jakarta (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab Pulau Seribu) melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) berencana untuk meningkatkan produksi air bersih di Pulau Panggang dan Kelapa pada 2026.
“Pembangunan atau peningkatan kapasitas penyediaan air bersih bagi masyarakat akan dilakukan di Pulau Panggang dan Pulau Kelapa. Anggarannya sudah disetujui,” kata Kepala Suku Dinas SDA Kabupaten Kepulauan Seribu Mustajab di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan program pembangunan di Kepulauan Seribu hanya dilakukan di dua pulau itu saja.
Pembangunan atau peningkatan produksi air bersih itu menggunakan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO) yaitu teknologi pengolahan air untuk mengubah air payau air dengan salinitas sedang, lebih tinggi dari air tawar tapi lebih rendah dari air laut menjadi air bersih.
Menurut dia, setelah pembangunan ini selesai, maka seluruh sistem penyediaan air bersih di Kepulauan Seribu akan diserahkan ke PAM Jaya.
Hal ini sudah ditandatangani oleh Dinas SDA DKI Jakarta dan pihaknya bertugas untuk teknis pembangunan BWRO dan setelah itu untuk penyaluran kepada masyarakat menjadi tanggung jawab PAM Jaya
“Jadi, yang menyalurkan air bersih nantinya adalah PAM Jaya,” kata dia.
Ia mengatakan untuk usulan ini sudah disetujui dan ada sedikit perbaikan yang tengah dilakukan dan ini menjadi program kerja Sudin SDA di tahun 2026.
“Kami sedang melengkapi usulan program kegiatan tersebut,” kata dia.
Ia tak merinci anggaran untuk peningkatan produksi air bersih di dua pulau tersebut, termasuk sumbernya.
Masih kurang
Sebelumnya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Seribu, Iwan P Samosir pada Oktober tahun ini menyebut berdasarkan data, kebutuhan air bersih bagi sekitar 30.000 jiwa penduduk Kepulauan Seribu mencapai 1,8 juta liter per hari.
Namun, kapasitas produksi saat ini baru sekitar 1,45 juta liter per hari, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 350 ribu liter per hari.
Sumber air bersih di Kepulauan Seribu berasal dari dua sistem, yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) dan Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO).
Namun, produksi dari kedua sistem tersebut belum sepenuhnya mampu mencukupi kebutuhan warga.
PAM Jaya pun terus berupaya memperluas layanan air bersih di Kepulauan Seribu. Saat ini PAM Jaya telah melayani sekitar 4.397 rumah pelanggan dengan kapasitas produksi mencapai 18,5 liter per detik.







