Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus unggul dan berprestasi
Jakarta (ANTARA) - Delegasi mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta meraih juara pertama Kompetisi Debat Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia ke-V yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
Ajang bergengsi yang mengangkat tema besar “Penegakan Hukum Pemilu” ini diikuti puluhan delegasi dari 24 perguruan tinggi se-Indonesia dan berlangsung di kawasan Jakarta Utara.
“Alhamdulillah, FSH kembali mengukir prestasi sebagai Juara 1 Debat Hukum Nasional Bawaslu,” ujar Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta Muhammad Maksum dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.
Maksum mengatakan raihan tersebut merupakan capaian besar yang menunjukkan kualitas akademik dan ketajaman analisis mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta dalam isu-isu hukum pemilu.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus unggul dan berprestasi,” kata dia.
Sementara itu, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar mengatakan gelar juara menunjukkan bahwa mahasiswa UIN mampu tampil kompetitif di tingkat nasional dan menguasai isu-isu strategis dalam demokrasi dan penegakan hukum Pemilu.
UIN Jakarta, kata, berkomitmen terus memberi dukungan terbaik bagi para mahasiswa agar bisa mencatatkan prestasi terbaik di level nasional maupun internasional.
“UIN Jakarta akan terus mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa agar semakin siap berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Sebelumnya, anggota Bawaslu RI Puadi menjelaskan kompetisi debat ini dirancang untuk memperluas pemahaman publik, khususnya mahasiswa, tentang penegakan hukum pemilu dari perspektif kelembagaan Bawaslu.
“Kompetisi ini menjadi sarana sosialisasi Bawaslu kepada lingkungan akademik, baik terkait pengawasan pemilu secara umum maupun aspek penegakan hukumnya secara lebih spesifik,” kata dia.
Puadi mengatakan kompetisi juga diharapkan turut mendukung proses regenerasi pengawas pemilu di masa mendatang.
“Informasi mengenai penegakan hukum pemilu harus sampai kepada mahasiswa, sehingga suatu saat proses perekrutan pengawas pemilu dapat lebih mudah. Hasil debat ini diharapkan mampu melahirkan kader pengawas yang berkualitas pada masa depan,” katanya.







