TRIBUNJAKARTA.COM - Kasus dugaan penipuan yang menyeret Ayu Puspita, pemilik sebuah wedding organizer (WO) mencuri perhatian publik setelah sejumlah calon pengantin mengaku dirugikan.
Kasusnya viral di media sosial hingga membuat Ayu Puspita kini tersandung kasus hukum.
Para korbannya sampai berani menggeruduk rumah Ayu Puspita dan polisi turun tangan membantu memberikan pengawalan.
Di tengah memanasnya kasus tersebut, ceramah pendakwah kondang Ustaz Maulana yang membahas tentang azab bagi orang yang berbuat curang termasuk perilaku menipu tiba-tiba viral lagi.
Ustaz Maulana berani mengungkap azab dan juga balasan mengerikan di akhirat akibat perbuatan menipu di dunia.
Sebagai informasi, Ayu Puspita dikenal sebagai pengelola sebuah wedding organizer yang berpromosi dengan paket lengkap termasuk venue, dekorasi, katering, hingga layanan dokumentasi.
Berdasarkan materi promosi yang beredar, usaha tersebut menggunakan kontak 0811-9691-1668 dan memiliki akun Instagram @byayupuspitaa.
Adapun alamat yang tercantum dalam bio instagram tersebut adalah di Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur.
Nama Ayu Puspita kian disorot publik setelah muncul kasus resepsi pernikahan yang viral gegara berlangsung tanpa makanan maupun minuman, meski klien mengaku telah membayar penuh.
Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko mengatakan, para korban rata-rata sudah membayar full dan ada juga baru memberikan uang tanda jadi untuk memakai WO milik A.
"Iya di TKP, jadi korbannya ke sini, ke Polsek semua menurut petugas piket nih," kata Edy Handoko kepada wartawan, Senin (8/12/2025).
"Namun, begitu sampai ini, diarahkan lah karena LP-LPnya itu sudah ada yang buat Ya kan, ke Polda Metro."
"Namun LP yang di sini, LP yang di Polsek, belum waktunya bang (belum sampai terjadi penipuan)," ucapnya.
Pihaknya, lanjut Edy, sempat mendampingi para korban ketika datang ke rumah terduga pelaku di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
"Dari Posek, jadi tidak mendampingi karena posisinya ini kan, dari korban ada 20 orang nih. Cuma saya bawa aja (ke Polda), saya bawa saja pak gitu, menurut piket," tandasnya.
Rumah pemilik Wedding Organizer digeruduk oleh puluhan konsumennya karena merasa kecewa dengan pelayanan yang tak maksimal.
Bahkan, rumah pemilik WO berinisial A di kawasan Cipayung, Jakarta Timur di datangi oleh para korban yang rata-rata adalah pengantin baru.
Edy Handoko membenarkan, bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat adanya puluhan orang menggeruduk rumah pemilik WO.
Menurut Edy, korban yang merasa ditipu oleh terduga pelaku berasal dari Cileungsi, Bekasi, Bogor, Jawa Barat dan beberapa daerah lainnya.
"Itu menurut piket jadi memang betul. Tapi kan korbannya banyak terus dibawa ke Polda, ada yang laporan ke Polda Metro," katanya.
Di tengah ramainya kasus tersebut, penjelasan ceramah Ustaz Maulana soal azab bagi penipu begitu dahsyat.
Ustaz Maulana dalam ceramahnya, menegaskan bahwa setiap bentuk kecurangan atau penipuan tidak akan hilang begitu saja.
Nantinya, di akhirat setiap pelanggaran akan dipertanggungjawabkan secara langsung antara pelaku dan korban.
“Orang-orang yang ditipu itu sebenarnya menjadi saldo di akhirat. Jika mereka ikhlas dan menyerahkan semuanya kepada Allah," kata Ustaz Maulana dikutip TribunJakarta dari program Islam Itu Indah yang tayang 13 November 2021.
"Insyallah pada kemudian hari orang-orang yang menipu itu akan mencari para korbannya terlebih dahulu."
"Mereka tidak bisa masuk surga sebelum menyelesaikan persoalannya,” sambungnya.
Ia menggambarkan bahwa orang yang dizalimi justru memperoleh keutamaan jika mampu ikhlas.
Sebab, seluruh amal dan kebaikan pelaku akan menjadi penebus atas kerugian yang pernah mereka alami di dunia.
“Di akhirat itu tidak berlaku lagi dinar dan dirham, tidak berlaku lagi rupiah. Dulu kau menipu dengan uang, harta, tanah, atau surat."
"Maka di akhirat penyelesaiannya adalah dengan diambilnya amal ibadahmu, salatmu, hajimu, dan ibadah lainnya,” kata Ustaz Maulana.
Ia mengingatkan agar setiap orang berhati-hati dalam mengambil hak orang lain, karena konsekuensinya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga akan dibalas secara adil di hadapan Allah kelak.
"Karena itu, orang yang ditipu sebenarnya mendapatkan saldo di akhirat."
"Sebab ia menjadi orang yang dizalimi, orang yang ikhlas, dan orang yang memperoleh banyak kebaikan.”
“Kalau tidak ikhlas, itu urusan berbeda. Ikhlas adalah persoalan antara dia dengan Allah.”