Fakta Baru Kematian Ibu yang Dibunuh Putri Bungsu, Korban Derita 20 Luka Tusuk, Masih Bernapas di RS
December 16, 2025 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Seorang siswi SD inisial AL (12) diduga sudah membunuh ibu kandungnya, FS (42), pada Rabu (10/12/2025) pagi.

Adik korban, Dimas, mengaku heran akan sikap suami korban sekaligus kakak iparnya.

Sebab, suami korban menghubungi rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal mereka.

Terlebih, korban ternyata masih bernapas ketika tiba di rumah sakit.

Nahas, nyawa FS tetap tak bisa terselematkan.

Kematian FS bikin warga Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Medan.

Sebab, pelakunya diduga kuat putri bungsu korban yang masih berstatuskan siswi SD.

Meski demikian, hingga satu pekan sejak kasus ini ramai, status AL masih sebagai saksi.

"Rumah sakit banyak yang dekat. Makanya yang sedang didalamin dari pukul 3 pagi sampai ambulans datang mereka di rumah ngapain kenapa enggak ada panggil tetangga atau minta tolong, malah nunggu ambulan dari Colombia," kata Dimas pada Selasa (16/12/2025), mengutip TribunJakarta.com.

Keheranan Dimas juga datang dari sikap sang kakak ipar yang langsung menghubungi ambulans.

Di benak Dimas, kakak iparnya sewajarnya menghubungi tetangga terlebih dahulu.

Baca juga: Kata Polisi Soal Isu Ayah Siswi SD yang Bunuh Ibu Juga Terlibat, Tangis Histeris Hanya Topeng?

Korban Disebut Derita 20 Luka Tusuk

Yang paling bikin Dimas bingung adalah kakak iparnya menghubungi rumah sakit dengan mengatakan bahwa korban mengalami pendarahan.

"Padahal, kakak saya itu ditikam," kata Dimas.

Kata Dimas, berdasarkan pengakuan sopir ambulans, saat pertama kali tiba, Faizah ternyata masih bernyawa.

"Korban sudah mengap-mengap dan pihak ambulans menolak membawa korban karena mendapatkan korfirmasi adanya pendarahan bukan penyerangan atau penikaman," katanya.

Saat itu posisi korban duduk bersandar ke lemari.

"Setelah dinyatakan meninggal, kemudian diangkat ke tempat tidur," katanya.

Menurut Dimas, di tubuh Faizah terdapat 20 luka tusuk.

Sementara itu, Dimas mengatakan tidak ada luka sama sekali di tubuh AL.

"Tidak ada luka di tangan Alica dan yang ada luka di tangan kakaknya," katanya.

Siswi SD Masih Berstatuskan Saksi

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan status AL hingga Selasa (16/12/2025) masih saksi.

Terkait isu ayah tersangka terlibat, AKBP Bayu belum bisa menjawab.

"Masih proses sidik dan lidik agar maksimal," ucap AKBP Bayu Putro, Selasa (16/12/2025). 

Kepala Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Rejo, Tono sebelumnya pernah mengatakan bahwa ayah AL sekaligus suami korban menangis histeris saat mendapati istrinya telah tiada.

Lantaran emosi yang tak terbendung, Tono dan tetangga setempat saat itu belum berani bertanya kepada ayah AL tentang apa yang sebenarnya telah terjadi.

"Kalau kondisi kakaknya waktu itu jari-jarinya terluka. Jadi diobati dokter yang datang. Terus adiknya (AL) terduduk saja di sofa ruang tamu," kata Tono.

Sepengetahuan Tono, ayah AL dan korban tidak tidur di kamar yang sama sebelum kejadian.

Korban tidur di lantai dua bersama AL dan kakak AL, sementara kepala keluarga tidur di lantai satu.

Atas kejadian ini, Tono mengatakan, tetangga tentunya kaget.

Namun, sebelum korban ditemukan tewas, tetangga sempat mendengar ada keributan di rumah yang menjadi lokasi kejadian.

Dari keterangan keluarga, AL diduga kesal karena ibunya memarahi kakaknya.

Selama ini, keluarga korban tidak terlalu sering berinteraksi dengan tetangga. 

Bahkan, kedua anak korban dikenal tertutup oleh warga setempat. 

"Kalau kata warga, anak-anaknya ini setiap pulang sekolah langsung di rumah saja terus. Jadi, jarang berinteraksi sama tetangga," tutur Tono.

© Copyright @2025 LIDEA. All Rights Reserved.