Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Data terbaru Pusat Informasi Posko Bencana Banjir Aceh Utara per 24 Desember 2025 WIB menunjukkan adanya penambahan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di wilayah tersebut.
Sementara jumlah pengungsi justru mengalami penurunan dibandingkan data sehari sebelumnya. (Data rincian dampak banjir bandang di Aceh Utara ada di bagian akhir tulisan ini)
Berdasarkan laporan resmi Posko Aceh Utara, jumlah korban meninggal dunia bertambah dari 190 orang menjadi 203 orang, atau meningkat 13 korban jiwa dalam rentang satu hari.
Sementara itu, jumlah korban hilang tetap enam orang, dan jumlah korban luka-luka tidak berubah di angka 2.127 orang.
Dari sisi pengungsian, data menunjukkan penurunan jumlah pengungsi. Pada 23 Desember 2025, tercatat 19.254 kepala keluarga (KK) atau 68.424 jiwa masih mengungsi.
Namun pada 24 Desember 2025, angka tersebut menurun menjadi 19.046 KK atau 67.872 jiwa, atau berkurang 208 KK dan 552 jiwa.
Penurunan ini seiring dengan mulai pulangnya sebagian warga ke rumah masing-masing, meski kondisi permukiman belum sepenuhnya pulih.
Sementara itu, jumlah warga terdampak banjir tidak mengalami perubahan signifikan, yakni tetap berada di angka 124.536 KK atau 433.087 jiwa.
Baca juga: Semua Pejabat Negara dan Eks Wapres Nyatakan Banjir di Aceh Utara Parah, Tapi Penanganannya Lamban
Hal ini menunjukkan bahwa meski sebagian pengungsi telah kembali, dampak banjir masih dirasakan secara luas di hampir seluruh wilayah Aceh Utara.
Dari aspek kerusakan rumah, data 23 dan 24 Desember relatif sama, dengan rincian 72.331 rumah terendam, 3.474 rumah hilang, 6.234 rumah rusak berat, 7.972 rumah rusak sedang, dan 20.886 rumah rusak ringan.
“Untuk sawah yang terendam mencapai 14.509 hektare, sementara tambak yang terdampak seluas 10.674 hektare. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak panjang terhadap ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil kepada Serambinews.com, Rabu (24/12/2025).
Kerusakan infrastruktur juga tercatat signifikan, yaitu 432 ruas jalan rusak, dengan rincian 113 rusak berat, 53 rusak sedang, dan 266 rusak ringan.
Selain itu, tanggul sungai sepanjang 78 titik mengalami kerusakan, serta 60 unit jembatan terdampak, sebagian di antaranya rusak berat.
Fasilitas pendidikan dan kesehatan turut terdampak, yaitu 383 sekolah rusak, dengan ratusan ruang kelas dan ribuan alat peraga pendidikan mengalami kerusakan.
Kemudian untuk fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas dan pustu, juga mengalami kerusakan berat dan sedang, sehingga mengganggu layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Jumlah titik lokasi pengungsian tercatat sebanyak 210 titik, masih sama dengan data sehari sebelumnya.