Serba-serbi Prabowo Rayakan Tahun Baru 2026 bersama Warga Terdampak Banjir di Tapsel, Ajak Nyanyi
January 01, 2026 08:16 AM

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto merayakan Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak banjir di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026).

Prabowo mengatakan, dirinya sejatinya berencana melanjutkan kunjungan ke Aceh.

Namun, karena faktor cuaca, rute dialihkan ke Tapanuli Selatan agar tetap dapat memantau langsung kondisi masyarakat terdampak bencana.

Prabowo datang didampingi sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Selain itu, ada Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Dirangkum Tribunnews.com, berikut serba-serbi Prabowo merayakan Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak banjir di Tapanuli Selatan:

1. Tegaskan Pemerintah Tanggung Jawab

Di hadapan para pengungsi, Prabowo menegaskan pemerintah akan bertanggung jawab membantu warga yang kehilangan rumah akibat bencana banjir.

Prabowo menekankan, kehadirannya di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tidak meninggalkan rakyat yang sedang mengalami kesulitan.

"Saya turut bela sungkawa kepada mereka-mereka yang kehilangan keluarganya."

"Kita akan mengurus saudara sebaik-baiknya, kita sudah bertekad untuk segera membangun rumah-rumah untuk mengganti rumah-rumah saudara yang hilang, yang rusak, kita bantu," kata Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan, pemulihan pascabencana di wilayah Tapanuli Selatan menunjukkan kemajuan.

Baca juga: Saat Presiden Prabowo Jajal Jembatan Bailey Sungai Garoga Sepanjang 44 Meter

Ia mengaku menerima laporan bahwa sebagian besar desa yang sebelumnya terisolasi kini sudah kembali terhubung.

"Saya bersyukur dalam satu bulan ini walaupun masih banyak tantangan tapi cukup banyak kemajuan dan keberhasilan kita."

"Di Tapanuli Selatan ini sudah tidak ada lagi desa yang terputus yang terisolasi," jelasnya.

2. Nyanyi "Tanah Airku" bersama Pengungsi

Menjelang detik-detik Tahun Baru 2026, Prabowo sempat mengajak warga dan jajaran pejabat yang hadir untuk bersama-sama menyanyikan lagu Tanah Airku.

Lagu tersebut dinyanyikan bersama di area pengungsian sebagai penutup rangkaian kunjungan Presiden pada malam itu.

Sebelum menyanyikan lagu, Prabowo menyampaikan langsung kepada warga bahwa kehadirannya di pengungsian merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk tetap bersama rakyat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

“Percayalah bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan kalian, kita akan bersama,” ucap Prabowo di hadapan para pengungsi.

3. Janji Tindak Tegas Perusahaan Pembalakan Liar

Prabowo berjanji pemerintah akan bertindak tegas terhadap perusahaan maupun pihak mana pun yang melanggar aturan dan hukum terkait pembalakan liar yang diduga menjadi penyebab bencana banjir di Sumatra.

“Kita akan bertindak tegas. Semua perusahaan semua pihak yang melanggar akan kita tertibkan semuanya yang tidak patuh kepada hukum dan undang-undang akan kita cabut."

"Kita tidak akan ragu-ragu bertindak demi kepentingan bangsa, kepentingan negara, dan terutama kepentingan rakyat kita,” tegas Prabowo.

Baca juga: Turun dari Kendaraan, Prabowo Jabat Tangan Petugas yang Sedang Bertugas di Lokasi Bencana

Selain itu, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga alam dan bersikap waspada terhadap potensi bencana.

Menurutnya, alam harus dihormati dan dirawat agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat.

“Alam harus kita hormati, alam harus kita jaga, alam harus kita rawat."

"Tidak boleh kita rusak, tapi kita waspada karena memang alam sering memberi tantangan dan cobaan bagi kita semua,” paparnya.

MALAM PERGANTIAN TAHUN - Momen Presiden Prabowo Subianto saat menghabiskan malam pergantian tahun bersama pengungsi banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026).
MALAM PERGANTIAN TAHUN - Momen Presiden Prabowo Subianto saat menghabiskan malam pergantian tahun bersama pengungsi banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Kamis (1/1/2026). ((Ho/Campus League)/Instagram @presidenrepublikindonesia)

Santunan dan Bantuan Sosial

Pemerintah memastikan santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat akibat banjir di Sumatera akan dicairkan setelah proses verifikasi data ahli waris selesai.

Berdasarkan data BNPB per Rabu (31/12/2025), bencana banjir di sejumlah wilayah Sumatera menyebabkan 1.154 orang meninggal dunia, 165 orang dilaporkan hilang, dan sekitar 378.200 warga mengungsi.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan pemerintah menyiapkan santunan sebesar Rp15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia dan Rp5 juta untuk korban luka berat.

Penyaluran dilakukan secara bertahap setelah seluruh data dinyatakan valid.

Menurut Gus Ipul, verifikasi menjadi tahap krusial agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum.

“Kita akan pastikan semua yang meninggal akan mendapatkan santunan. Yang luka-luka berat juga mendapatkan santunan sebesar 5 juta rupiah,” ujarnya saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Baca juga: Akhir Tahun, Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Bencana di Sumatera Utara 

Selain santunan korban jiwa, pemerintah melalui Kementerian Sosial juga menyiapkan sejumlah bantuan sosial bagi masyarakat terdampak banjir Sumatera.

Skema bantuan tersebut dibahas dalam pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (24/12/2025).

Pertemuan itu membahas penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) reguler dan tambahan, serta bantuan khusus bagi korban bencana.

Pemerintah menekankan agar seluruh bantuan disalurkan secara tepat dan cepat berdasarkan data penerima manfaat.

Seluruh dana santunan korban meninggal dunia dan luka berat disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan data dan persetujuan bupati atau wali kota setempat.

Proses verifikasi dilakukan lintas lembaga dengan melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Sosial, dan BNPB.

(Tribunnews.com/Nuryanti/Igman Ibrahim/Fahdi Fahlevi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.