TRIBUNNEWS.COM - Kursi pelatih Chelsea mendadak memanas setelah Enzo Maresca mengirimkan sinyal akan pergi meninggalkan Stamford Bridge.
Ya, kejutan besar mewarnai ruang ganti Chelsea tepat setelah hasil imbang melawan Bournemouth, Selasa (31/12/2026).
Setelah hanya bisa bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth di Stamford Bridge, masa depan Enzo Maresca sebagai pelatih Chelsea mendadak ramai diperbincangkan.
Situasi kian memanas, lantaran Enzo Maresca diketahui tidak menghadiri jumpa pers setelah laga tersebut.
Peran Enzo Maresca pun digantikan oleh Willy Cabalero yang kebetulan berstatus sebagai salah satu assistennya.
Tidak munculnya Enzo Maresca di sesi konferensi pers tersebut, jelas menimbulkan spekulasi liar di jagat media sosial.
Hal ini mengingat sepanjang 90 menit laga melawan Bournemouth, Maresca konsisten mendampingi skuad Chelsea dari pinggir lapangan untuk memberikan arahan strategi.
Baca juga: Gabriel Magalhaes & William Saliba, Kartu Truf Arsenal Menangkan Perburuan Gelar Juara
Benar saja.
Tak lama berselang setelah berakhirnya laga tersebut, masa depan Enzo Maresca kian kabur situasinya.
Beberapa jurnalis ternama pun merilis informasi tak terduga, menyoal kondisi Enzo Maresca yang mulai tidak kerasan dengan perannya sebagai pelatih Chelsea.
Contohnya Fabrizio Romano, jurnalis kenamaan Italia yang rutin membahas isu transfer tersebut.
Dalam laporan terbarunya, Fabrizio Romano mengonfirmasi ketegangan yang dirasakan Enzo Maresca kian memuncak di Chelsea.
Rentetan hasil buruk Chelsea yang diperparah dengan kondisi internal klub yang kerapkali berbeda pandangan, menjadi alasan utama Enzo Maresca mulai tidak kerasan di The Blues.
"Situasi Enzo Maresca di Chelsea, kini mendadak sangat meningkat dalam beberapa jam terakhir," tulis Fabrizio Romano lewat media sosial pribadinya.
"Pelatih asal Italia itu memiliki keraguan serius dengan Chelsea, setelah hasil imbang melawan Bournemouth serta adanya perbedaan pandangan,"
"Maresca tidak berbicara di depan umum setelah hasil imbang melawan Bournemouth, dan kini Chelsea juga sedang meninjau seluruh situasinya,"
"Ketegangan dan keraguan semakin meningkat dalam beberapa jam terakhir," tukasnya.
Hal senada juga disampai Ben Jacobs, salah seorang jurnalis senior dari Give Me Sports, sekaligus komentator Talksport.
Ben Jacobs menginformasikan bahwa Maresca punya alasan khusus mengapa dirinya tidak menghadiri sesi jumpa pers setelah melawan Bournemouth.
Dan alasan tersebut bukan karena sakit, karena kondisi Maresca baik-baik saja.
Lebih lanjut, Ben Jacobs melaporkan jika Maresca kini mulai frustrasi dengan arah proyek Chelsea yang memengaruhi dirinya saat mengambil keputusan.
Situasi makin rumit karena beberapa elemen strategis klub mulai tidak sejalan dengan cara Maresca mengelola skuad Chelsea.
"Enzo Maresca tidak sakit, ia memilih untuk tidak menghadiri konferensi pers karena sedang mempertimbangkan berbagai pilihan di klub," kata Ben Jacobs lewat akun X pribadinya.
"Dipahami Maresca merasa kian frustrasi dengan beberapa aspek proyek Chelsea yang memengaruhi kemandiriannya dalam mengambil keputusan,"
"Dan ada elemen strategis klub yang tidak selalu sejal dengan cara dia ingin mengelola Chelsea,"
"Maresca memang secara terbuka pernah mengatakan mencintai Chelsea sebagai klub dan basis penggemarnya, serta menikmati tekanan memberikan hasil terbaik,"
"Namun, dia juga terlihat kesulitan bekerja dalam kondisi terentu," tambahnya.
Dan masih ada beberapa jurnalis top Eropa lain yang mengonfirmasi kondisi Enzo Maresca dengan nada serupa.
Memanasnya spekulasi masa depan Enzo Maresca bersama Chelsea jelas terasa mengejutkan.
Apalagi sejak dipercaya menggantikan posisi Mauricio Pochettino untuk melatih Chelsea pada musim lalu.
Pelatih yang merupakan anak didik Pep Guardiola itu telah mempersembahkan dampak instan kepada Chelsea.
Raihan gelar Liga Konferensi Eropa musim lalu, dilengkapi gelar juara Piala Dunia Antarklub 2025, menjadi bukti sentuhan ajaib Maresca sebagai pelatih Chelsea.
Di tengah situasi proyek Chelsea yang belum sepenuhnya stabil sejak diakuisisi Todd Boehly, Maresca seakan menjawab segala tekanan yang ada dengan mempersembahkan trofi juara untuk klub besutannya tersebut.
Hanya saja, kini situasinya mendadak rumit, setelah Enzo Maresca mulai tidak nyaman berada di Chelsea.
Meskipun masih on the track di semua kompetisi, penampilan Chelsea akhir-akhir ini memang jauh dari harapan.
Sejak mampu mengalahkan Barcelona di Liga Champions, disusul hasil imbang melawan Arsenal pada akhir November lalu.
Penampilan Chelsea justru malah inkonsisten, di mana mereka hanya bisa dua kali dalam 8 laga terakhirnya di semua kompetisi.
Enam laga sisa lainnya berakhir dengan catatan tiga kali imbang dan tiga kali kekalahan.
Khusus di Liga Inggris, Chelsea bahkan hanya mampu meraup satu kemenangan saja dalam tujuh laga terakhirnya.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)