Irfan Hakim Ceritakan Kronologi Ayahnya Jadi Korban Malapraktik hingga Meninggal 8 Tahun Lalu, Akui Masih Kesal hingga Kini
Faza Anjainah Ghautsy January 01, 2026 02:34 PM

Grid.ID- Irfan Hakim ceritakan kronologi ayahnya jadi korban malapraktik hingga meninggal 8 tahun lalu. Sang artis akui masih kesal hingga kini.

Presenter Irfan Hakim belum lama ini menceritakan kisah pilu yang dipendamnya selama delapan tahun. Cerita itu disampaikannya saat menjadi bintang tamu di sebuah podcast bersama Sara Wijayanto di YouTube, pada Selasa (23/12/2025).

Di kesempatan itu, Irfan menceritakan tentang peristiwakelam terkait kematian ayahnya delapan tahun yang lalu. Suami dari Della Sabrina ini mengungkap tragedi yang merenggut nyawa ayahnya yaitu Haji Rosyid Sukarya.

Haji Rosyid Sukarya diketahui telah berpulang pada 21 November tahun 2017 silam. Ayah kandung dari Irfan Hakim itu meninggal usai menjalani perawatan selama 53 hari di sebuah rumah sakit.

Saat itu, Irfan Hakim sempat menjelaskan bahwa ayahnya mengalami sakit komplikasi. Sayangnya, Irfan tak bisa mendampingi ayahnya di saat-saat terakhir.

"Enggak sempat karena sudah perjalanan ke Jakarta, setiap malam saya pulang ke Bandung juga. Meninggal jam 03.30 WIB, saya baru sampai 04.30 WIB," ucap Irfan Hakim kala itu, dilansir dari Kompas.com.

Diketahui jenazah Haji Rosyid Sukarya sekarang telah beristirahat dengan tenang di pemakaman keluarga di Parakan, Muncang, Sumedang, Jawa Barat. Meski telah lama meninggal, kepergian ayahnya ini ternyata masih menyimpan luka bagi Irfan Hakim.

Irfan kemudian membeberkan bahwa ayahnya diduga meninggal lantaran menjadi korban malapraktik selama menjalani perawatan. Malapraktik adalah kesalahan atau kelalaian tenaga profesional, paling sering tenaga medis, dalam menjalankan tugasnya, sehingga menyebabkan kerugian, cedera, atau kematian pada pasien atau klien.

Delapan tahun lalu, penyakit yang diderita ayah Irfan bermula dari kaki bengkak. Saat itu, Irfan Hakim sebenarnya tengah merencanakan umroh bersama keluarga besar.

Sang ayah, Rosyid Sukarya, saat itu masih sehat, bahkan bersemangat menyiapkan keberangkatan keluarga besarnya ke Tanah Suci. Namun tiba-tiba, Rosyid Sukarya mengalami bengkak di bagian kakinya.

"Jelang sebelum berangkat tiba-tiba sakit, kakinya tuh bengkak, asam urat," cerita Irfan Hakim.

Melansir dari TribunTrends.com, Rosyid Sukarya kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Bahkan saat itu, sang ayah masih segar dan bersemangat untuk mempersiapkan keberangkatan umroh.

Berselang waktu, masalah kesehatan yang dialami Rosyid Sukarya semakin serius. Dia bahkan harus diendoskopi di bagian perut karena ada dugaan terjadi pendarahan.

"Tiba-tiba ada pendarahan di perut karena BAB hitam, harus diendoskopi, dipuasain 2x24 jam, langsung koma. Padahal nggak papa awalnya," jelasnya.

Setelah itu, sang ayah sempat berpindah-pindah rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan terbaik. Di rumah sakit terakhir, dugaan malapraktik itu terjadi yaitu di rs yang ada di Bandung, Jawa Barat.

"Suatu Subuh aku dateng ke sana, ayah itu diam (sambil tidur) darahnya banyak banget," kenang Irfan.

"Dia itu kan udah mulai cuci darah, cuci darahnya dipindah ke sini (menunjuk leher). Nah itu didiemin padahal bocor, dan itu udah dari sore. Dari sore mamaku udah bilang ke tim rumah sakitnya, katanya nanti dijahit. Tapi sampai Subuh didiemin," ujarnya.

Dalam Irfan Hakim ceritakan kronologi ini, dia kemudian mengaku marah dan sempat mengucap doa jelek untuk orang yang telah menelantarkan ayahnya. Irfan Hakim sebenarnya memvideokan kejadian itu, ia yakin rumah sakit terkait akan tutup jika saat itu ia memviralkan kejadian tersebut.

"Aku sampai bilang gini, saya doakan dokter merasakan apa yang saya rasakan. Itu malapraktik, beberapa waktu meninggal lah," tutur Irfan Hakim.

Meski memilih untuk tak memviralkan kejadian tersebut, kini setelah delapan tahun berlalu, Irfan Hakim masih ingat betul nama dan wajah sang dokter. Bahkan tiap kali lewat di depan rumah sakit itu, Irfan Hakim membuka kaca mobil dan mengacukan jari tengah lantaran masih merasa kesal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.