WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membuka penggalangan dana atau donasi kemanusiaan untuk membantu korban bencana di sejumlah wilayah Pulau Sumatra.
Penggalangan dana tersebut akan ditutup pada Jumat (6/2/2026).
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan donasi dibuka bertujuan memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dan menunjukkan empati terhadap warga terdampak bencana.
Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Bekasi untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian dan empati terhadap saudara-saudara di daerah terdampak yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan mereka.
“Bencana ini benar-benar dirasakan dan dikendalikan oleh warga sekitar yang terdampak langsung. Karena itu, empati dan solidaritas dari kita semua sangat dibutuhkan,” kata Tri, dikutip Kamis (1/1/2026).
Tri menjelaskan hingga saat ini, dana bantuan yang terkumpul melalui rekening Patriot Berbagi mencapai sekira Rp 3,1 Miliar (M).
Baca juga: Ditonton 10 Juta Orang, Cerita Muhadkly Acho Kehilangan Skenario Film Agak Laen Menyala Pantiku
Berdasarkan jumlah tersebut, Rp 600 juta telah disalurkan secara langsung saat kunjungan Tri dan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe ke wilayah terdampak di Pulau Sumatra.
“Dana yang sudah kami gelontorkan digunakan untuk kebutuhan mendesak seperti makanan pokok, sandang, obat-obatan, serta perlengkapan penting lainnya bagi para korban,” jelasnya.
Lalu Tri menuturkan sisa dana sekira Rp 2,5 M akan difokuskan untuk tambahan bantuan tahap lanjutan.
Khususnya untuk mendukung pembangunan kembali fasilitas publik seperti sekolah dan puskesmas di wilayah terdampak bencana.
Orang nomor satu di Kota Bekasi itu berharap penggalangan dana tidak hanya menjadi bentuk bantuan materiil, namun juga wujud nyata solidaritas dan kepedulian masyarakat Kota Bekasi terhadap sesama anak bangsa yang sedang menghadapi musibah.
“Kami akan melihat perkembangan penggalangan hingga 6 Februari nanti. Setelah itu, bantuan akan kami kirimkan dan kita konsentrasikan untuk pembangunan sekolah dan puskesmas agar aktivitas pendidikan dan layanan kesehatan bisa kembali berjalan,” tuturnya. (M37)