Pembunuhan Sadis di Situbondo, Ayah Ibu dan Anak Tewas, Polisi Temukan Pisau Berlumur Darah
January 01, 2026 04:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Peristiwa tragis terjadi di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur pada Minggu (28/12/2025). 

Satu keluarga ditemukan meninggal di dalam rumah dan diduga terjadi peristiwa pembunuhan. Mereka adalah ayah, ibu, dan anak.

Kepala Desa Demung Aguk Prayogi mengungkap identitas korban.

"Tiga jenazah itu ada Hasyim, bapak tiri, Nia, anak dari Suning," katanya.

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menyatakan identitas ketiga korban tewas, yakni Muhammad Hasim (58), asal Pamekasan. 

Korban kedua adalah Suningsih (38) yang merupakan istri dan ibu dari korban ketiga, Umi Rahmania (18). 

Ibu dan anak itu merupakan warga Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.

 Mereka ditemukan meninggal di kamar tidur. 

"Tiga korban meninggal dunia di dalam rumah, satu di kamar mandi dan dua di kamar tidur," katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, dua korban, yakni ibu dan anak tersebut mengalami luka sayatan bekas senjata tajam di bagian leher.

Namun, sementara ini pihaknya masih menunggu hasil otopsi. 

Baca juga: Dari Tawuran hingga Pembunuhan Sadis, Ini Rangkuman Kasus Kriminal di Bogor Tahun 2025

"Kami masih menunggu hasil otopsi, ada luka sayatan," katanya. 

Dia juga menegaskan, dalam peristiwa ini tidak ada barang berharga yang hilang.

Kapolres Situbondo AKBP Rezi Darmawan menyatakan pihaknya masih menggali dan mencari barang bukti baru. 

Barang bukti yang telah diamankan antara lain telepon genggam milik korban, rekaman CCTV, dan sebuah pisau. 

"Untuk CCTV saat kejadian sengaja dimatikan dan masih kami proses," katanya.

Baca juga: Satpam Bocorkan Keberadaan 2 Pembantu Saat Pembunuhan Anak Politisi PKS, Maman Baru Pecat 4 Orang

Ia menambahkan, barang bukti lain yang ditemukan adalah sebuah pisau berlumur darah di dekat lokasi penemuan jenazah Hasim (58) di kamar mandi. 

"Iya ada pisau dan kami jadikan barang bukti," katanya.

Kasus pembunuhan ini diduga dilakukan secara terencana, terbukti dari rekaman CCTV yang sengaja dimatikan meskipun saat diperiksa ternyata masih berfungsi baik. 

"Ada dugaan CCTV sengaja dimatikan, dan tidak rusak," ucapnya. 

Ketiga korban dalam peristiwa tersebut mengalami luka sayat di bagian leher dan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

AKBP Rezi Darmawan menyatakan bahwa anggota Polda Jatim diperbantukan dalam melakukan penyelidikan atas kematian Hasyim (58), Suningsih (38) dan Umi Rahmania (18).

 "Total ada 15 anggota Polda Jatim diperbantukan untuk menemukan dan mengungkap kasus ini," katanya.

Menurutnya, kasus tersebut menjadi atensi pimpinan karena pembunuhannya sangat sadis.

 Tiga korban mengalami luka sayatan di bagian leher. 

"Upaya ini bagian dari kami untuk mencari terduga pelaku," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.