SURYA.CO.ID, SURABAYA – Siapa bilang liburan awal tahun harus merogoh kocek dalam-dalam? Di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), ribuan warga membuktikan bahwa kebahagiaan keluarga bisa didapat cukup dengan modal tiket parkir, dan sebungkus lontong kupang di tepian pantai.
Memasuki hari pertama tahun 2026, kawasan pesisir Kenjeran, khususnya Taman Suroboyo, bertransformasi menjadi lautan manusia.
Destinasi ini menjadi pelarian favorit warga Kota Pahlawan yang ingin menikmati embusan angin laut, tanpa harus terjebak kemacetan panjang ke luar kota.
Taman Suroboyo menawarkan paket lengkap liburan keluarga. Mulai dari area playground anak, sarana fitness outdoor, hingga hamparan ruang terbuka hijau yang bisa diakses secara cuma-cuma.
Tak heran jika banyak keluarga menggelar terpal, piknik lesehan sembari menyantap kuliner khas pesisir.
"Tahun ini sengaja main ke timur Surabaya, ingin lihat seperti apa tamannya. Biasanya cuma ke Bungkul atau ke Malang," ujar Dwi Santi Febriana, warga Dukuh Kupang yang memboyong suami dan kedua anaknya, Kamis (1/1/2026).
Dwi mengaku terkesan dengan tarif hiburan yang ramah kantong. Untuk naik perahu nelayan menyusuri selat Madura, ia hanya perlu membayar Rp 30 ribu untuk empat orang.
"Sudah nyaman sekali liburan di Surabaya, ini seru. Anak-anak juga senang," imbuhnya.
Daya tarik utama yang tak boleh dilewatkan adalah wisata perahu nelayan.
Selama libur Nataru, para nelayan setempat "banting setir" menyulap perahu tangkap ikan menjadi angkutan wisata.
Sekitar 20 perahu bersiaga mengantar wisatawan mendekati kemegahan Jembatan Suramadu.
Fauzi, salah satu pemilik kapal wisata, menyebutkan bahwa tarif naik perahu dipatok stabil di kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per orang. Meski jumlah pengunjung membludak, ia mengakui adanya penurunan pendapatan dibanding tahun lalu.
“Tahun lalu dari jam sembilan pagi sampai sore bisa dapat Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu. Tahun ini mungkin sekitar Rp 300 ribu per hari,” tutur Fauzi.
Kendati antusiasme tinggi, sejumlah pengunjung memberikan catatan penting bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Fasilitas parkir yang lebih memadai, dan tambahan area peneduh menjadi harapan utama.
"Apalagi dekat pantai ini panas banget, perlu lebih banyak tempat berteduh," pungkas Dwi Santi.
Hingga sore hari, arus wisatawan terpantau masih terus mengalir memadati kawasan Kenjeran, membuktikan bahwa wisata pesisir tetap menjadi denyut nadi liburan warga Surabaya.