Doa Lintas Agama Warnai Pergantian Tahun Baru di Basel, Bupati: 2026 Harus Lebih Sejahtera
January 01, 2026 05:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pergantian malam Tahun Baru 2026 di Kabupaten Bangka Selatan ( Basel ), Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ), berlangsung khidmat melalui kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di Alun-alun Kota Toboali, Kamis (1/1/2026) dini hari. Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat plural sekaligus momentum refleksi menyongsong tahun baru dengan semangat persatuan.

Doa bersama tersebut diikuti para tokoh lintas agama yang mengenakan busana khas masing-masing. Enam pemuka agama secara bergantian memimpin doa, dimulai dari umat Islam, dilanjutkan Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan ditutup oleh pemuka agama Konghucu. Setiap doa dipanjatkan sesuai dengan tata cara dan keyakinan masing-masing agama.

Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid mengatakan kegiatan doa lintas agama ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan antar umat beragama. Keberagaman yang ada di Bangka Selatan adalah kekuatan yang harus terus dirawat bersama. Tentunya menjadi aset yang sangat berharga untuk pembangunan daerah di masa yang akan datang.

“Pada malam pergantian tahun ini, kami mengajak seluruh perwakilan masyarakat dari semua agama dan penghayat kepercayaan untuk ikut berperan serta,” kata dia kepada Bangkapos.com.

Riza Herdavid menegaskan, doa lintas agama tidak hanya sekadar seremoni tahunan. Melainkan gambaran kedamaian dan persatuan masyarakat yang hidup dalam keberagaman. Kehadiran berbagai elemen masyarakat pada kegiatan tersebut, lanjutnya, mencerminkan semangat persatuan dalam menyambut tahun baru. Doa bersama lintas agama ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat untuk melihat kembali perjalanan selama tahun 2025. 

Termasuk memanjatkan harapan agar tahun 2026 membawa perubahan yang lebih baik. Melalui doa dan muhasabah diri, masyarakat diajak untuk bersyukur atas segala pencapaian yang telah diraih, serta mengevaluasi berbagai kekurangan yang masih perlu dibenahi. Kegiatan seperti ini sangat penting sebagai media mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Doa bersama sebagai sarana introspeksi diri atas apa yang telah kita lakukan selama satu tahun ke belakang, dan doa atas harapan yang ingin kita capai di tahun mendatang,” papar Bupati.

IKUT DOA BERSAMA -- Jajaran Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan ketika mengikuti doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 di Alun-alun Kota Toboali, Kamis (1/1/2026). Para pemuka agama mengenakan busana khas masing-masing sebagai simbol harapan, perdamaian, serta persatuan.
IKUT DOA BERSAMA -- Jajaran Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan ketika mengikuti doa bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 di Alun-alun Kota Toboali, Kamis (1/1/2026). Para pemuka agama mengenakan busana khas masing-masing sebagai simbol harapan, perdamaian, serta persatuan. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto/Cepi Marlianto)

Di sisi lain ia menekankan bahwa melalui kebersamaan lintas agama, pemerintah daerah berharap dapat menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif di tengah masyarakat. Menurutnya, kerukunan antar umat beragama menjadi modal sosial penting dalam mendukung berbagai program pembangunan, baik yang digulirkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan doa lintas agama ini mencerminkan kekuatan masyarakat Kabupaten Bangka Selatan yang harmonis. 

Persatuan tersebut diharapkan mampu menjadi pondasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tahun 2026. Dirinya mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum perubahan ke arah yang lebih baik. Pentingnya peran bersama seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupan, baik dari aspek keamanan, pendidikan, kesehatan, maupun perekonomian.

“Hal-hal itu tidak mungkin terwujud tanpa peran bersama semua pihak. Karena itu, mari kita merenung sejenak dan mengingat kembali apa yang telah kita lakukan,” sebutnya.

Riza Herdavid berkomitmen untuk tetap fokus pada empat program prioritas pemerintah daerah. Program tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, di antaranya layanan berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP, penyediaan perlengkapan sekolah gratis, bantuan modal dan peralatan bagi pelaku UMKM, serta bantuan bibit sawit gratis bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, Forkopimda, tokoh agama, dan seluruh lapisan masyarakat, kesejahteraan rakyat Bangka Selatan dapat terus meningkat. Tahun 2026 diharapkan menjadi tahun perbaikan dari berbagai kekurangan yang ada di tahun sebelumnya

“Saya tetap pada empat program prioritas saya, bagaimana kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Untuk pembangunan infrastruktur dan lainnya, biarkan saya berjuang ke pemerintah pusat,” tegas Riza Herdavid. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.