TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN SARI - Jauh-jauh datang dari Jawa Barat, kakak-adik Erna dan Lilis memilih kawasan Kota Tua, Jakarta Barat sebagai destinasi liburan mereka di awal 2026.
Keduanya ingin merasakan langsung suasana wisata bersejarah ibu kota yang selama ini hanya mereka dengar dari cerita dan media sosial.
Sambil menggendong tas ransel berukuran besar, keduanya langsung disambut keramaian pengunjung setibanya di pelataran Kota Tua.
“Kami ke sini karena dengar dari teman, katanya seru dan ada beberapa tempat bersejarah. Kalau informasi kan bisa dicari, tapi kami mau lihat langsung tempatnya seperti apa,” ucap Erna yang jauh-jauh datang dari Cianjur, Jawa Barat, Kamis (1/1/2026).
Menurut Erna, keramaian di Kota Tua terasa berbeda karena diisi pengunjung dari berbagai daerah.
Tak hanya wisatawan lokal, ia juga melihat adanya turis mancanegara yang ikut menikmati kawasan tersebut.
“Kalau lihat dari pengunjungnya, bukan cuma dari Jakarta atau sekitar sini. Ada juga yang kayaknya turis asing, kelihatan dari kostumnya,” katanya.
Sementara itu, Lilis mengaku senang karena Kota Tua menawarkan ruang terbuka yang bisa dinikmati semua kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.
“Enak, bisa jalan santai, foto-foto, terus kalau capek bisa duduk-duduk juga,” ucap Lilis, warga Tasik, Jawa Barat.
Selain suasananya yang ramai, keduanya juga terkesan dengan deretan bangunan tua yang masih berdiri kokoh.
Menurut mereka, Kota Tua memberi pengalaman berbeda karena memadukan wisata dan nilai sejarah.
“Bangunannya berasa beda. Jadi bukan cuma jalan-jalan, tapi sekalian lihat sejarah Jakarta juga,” kata Erna.
Hal inilah yang membuat Kota Tua mereka pilih sebagai tujuan awal sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain di Jakarta.
Pantauan di lokasi, Kota Tua tampak ramai dikunjungi wisatawan pada hari pertama 2026.
Sejak siang hari, pengunjung mulai berdatangan dan jumlahnya terus bertambah hingga sore.
Mayoritas pengunjung terlihat datang bersama keluarga untuk mengisi waktu libur Tahun Baru.
Mereka tampak asyik berfoto di spot-spot ikonik Kota Tua hingga menyewa sepeda hias untuk berkeliling kawasan.
Tak sedikit pula pengunjung yang memilih bersantai sambil menyantap bekal dari rumah.
Tikar digelar di area-area teduh, terutama di bawah pepohonan, menciptakan suasana piknik di tengah kawasan bersejarah.
Di sisi lain, pedagang kaki lima tampak berjejer di sepanjang trotoar, terutama di sekitar halte Transjakarta dan Stasiun Jakarta Kota.
Seiring membludaknya pengunjung, kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut pun tak terhindarkan.
Pengunjung yang hendak ke Kota Tua diimbau menggunakan transportasi umum.
Hal ini juga dirasakan langsung oleh Erna dan Lilis yang memilih bus Transjakarta untuk mencapai lokasi.
“Awalnya agak bingung, tapi petugasnya membantu dan sabar. Jadi akhirnya nyaman,” ujar Lilis.
Bagi keduanya, kunjungan ke Kota Tua bukan sekadar liburan, tetapi juga pengalaman baru mengawali 2026 dengan suasana berbeda.