Anggota Komisi III DPR Soroti Peneror Konten Kreator dan Aktivis: Mungkin Pelakunya Pengangguran
January 01, 2026 08:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menduga, pelaku teror terhadap sejumlah aktivis dan influencer baru-baru ini, dapat dikategorikan sebagai orang yang tidak memiliki aktivitas jelas dan sangat mungkin merupakan pengangguran.

Teror tersebut terjadi setelah mereka mengkritik lambannya penanganan bencana di Sumatera. 

Nasir Djamil sendiri adalah seorang politikus Indonesia dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Aceh II.

“Boleh dibilang peneror itu kurang kerjaan dan sangat mungkin adalah orang pengangguran,” kata Nasir Djamil kepada Tribunnews.com, Kamis (1/1/2026).

Nasir menilai, aparat penegak hukum akan menghadapi tantangan dalam mengungkap pelaku maupun pihak yang diduga menyuruh melakukan aksi teror tersebut.

Sebab itu, Nasir mengimbau warga agar lebih peka terhadap keberadaan orang-orang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka yang mengalami teror.

“Karena itu, kepada warga masyarakat mewaspadai gerak-gerik dari orang yang mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka,” ucap legislator Fraksi PKS itu.

Nasir menambahkan, pelaku teror umumnya memanfaatkan kondisi lingkungan yang sepi dan minim pengawasan untuk melancarkan aksinya. 

Oleh sebab itu, penguatan sistem keamanan lingkungan dinilai penting sebagai langkah pencegahan.

“Sebab peneror itu biasanya melakukan aksinya saat di waktu sepi atau lingkungan yang tidak kondusif dan ramah CCTV,” tandasnya.

Di tengah penanganan bencana banjir bandang Sumatra, sejumlah aktivis, aktor, dan influencer (pemengaruh media sosial) mendapat teror karena mengkritik penanganan pasca-bencana oleh pemerintah.

Tercatat, hanya dalam rentang waktu tiga hari antara Senin hingga Rabu, 29-31 Desember 2025, sudah ada empat tokoh yang mengalami aksi teror dan ancaman.

Mereka adalah:

  • Aktor Yama Carlos,
  • Kreator konten Sherly Annavita,
  • Kreator konten DJ Donny,
  • Aktivis lingkungan Iqbal Damanik.

Bangkai Ayam, Bom Molotov, Hingga Perusakan Kendaraan

Laman resmi Greenpeace Indonesia menyatakan Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia Iqbal Damanik dikirimi bangkai ayam tanpa pembungkus pada Selasa (30/12/2025).

Di kaki ayam tersebut terikat plastik berisi kertas.

Kertas itu bertuliskan pesan “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.

Kreator konten Ramond Dony Adam alias DJ Donny mengatakan dua kali mendapatkan teror.

Pertama, ia mengaku mendapat kiriman paket potongan bangkai ayam beserta tulisan bernada intimidasi.

Kemudian, dua orang tak dikenal juga melempat bom molotov ke arah rumahnya pada Rabu (31/12/2025) dini hari.

Kreator konten Sherly Annavita juga mengunggah pengalaman teror yang dialaminya di akun Insragram pribadinya.

Ia mengaku kendaraannyabdicorat-coret oleh orang tak dikenal sekira 2 hari lalu.

Selain itu, ia juga mengaku mendapat kiriman telur busuk dengan pesan agar tidak memanfaatkan bencana di Aceh.

Aktor Yama Carlos melalui akun Instagram pribadinya juga menyebut mengalami teror beberapa hari lalu.

Ia diminta oleh nomor tak dikenal untuk menghapus kontennya selama seminggu terakhir.

Dalam unggahannya, Yama menyebut istrinya juga mendapatkan teror berupa pesanan fiktif dengan metode Cash On Delivery (COD).

Yama menduga rangkaian teror itu karena dirinya membuat konten yang mengkritik pemerintah.

Aktivis sekaligus konten kreator Virdian Aurellio melalui akun Instagram resminya menyebut dirinya juga mengalami rangkaian teror.

Ia mengatakan kaca mobilnya dirusak oleh sekelompok orang tidak dikenal yang mengendarai tiga motor satu mobil pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Selain itu, ia mengaku kediamannya di Jakarta didatangi oleh dua orang tidak dikenal yang menanyakan keberadannya ke petugas keamanan di kediamannya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.