Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Tertinggi dalam 11 Tahun, 97,06 Persen Provinsi Masuk Zona Hijau
January 01, 2026 08:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tingkat kerukunan umat beragama di Indonesia menunjukkan capaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir. 

Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian Agama mencatat, 97,06 persen atau 33 dari 34 provinsi yang disurvei telah berada pada Zona Hijau, yakni kategori Tinggi dan Sangat Tinggi dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) Nasional 2025.

Data tersebut berdasarkan survei Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag RI yang menempatkan IKUB Nasional 2025 pada angka 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.

Kepala PKUB Kemenag, H. Muhammad Adib Abdushomad, mengatakan capaian ini menunjukkan pemerataan kerukunan yang semakin kuat di daerah, bukan hanya peningkatan angka nasional semata.

"Lonjakan paling terasa justru di tingkat provinsi. Jika pada 2024 hanya lima provinsi masuk kategori Sangat Tinggi, pada 2025 jumlahnya melonjak menjadi 14 provinsi," ujar Adib dalam keterangannya, Kamis (1/1/2026).

Salah satu provinsi dengan peningkatan paling signifikan adalah Kalimantan Utara, yang mencatat kenaikan indeks dari 78,94 pada 2024 menjadi 87,23 pada 2025.

Zekaligus menjadikannya provinsi dengan tingkat kerukunan tertinggi secara nasional. 

Posisi kedua ditempati Sulawesi Tenggara, yang juga mengalami lonjakan indeks secara tajam.

Menurut Adib, capaian ini tidak terlepas dari arah kebijakan Menteri Agama ProfNasaruddin Umar yang menempatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi utama kerja keagamaan nasional.

Sepanjang 2025, PKUB mencatat sedikitnya 13 capaian strategis, mulai dari peluncuran aplikasi SI-RUKUN sebagai sistem peringatan dini konflik berbasis data.

Lalu pembinaan 468 Desa Sadar Kerukunan, hingga penanganan 46 isu kerukunan strategis melalui mediasi.

PKUB juga memperkuat kapasitas resolusi konflik dengan melahirkan 905 mediator bersertifikat.

"Kerukunan hari ini bukan hanya soal stabilitas sosial, tetapi juga posisi Indonesia sebagai rujukan perdamaian dan kemanusiaan di tingkat dunia," kata Adib.

Selain aspek sosial dan keamanan, pendekatan kerukunan juga dikaitkan dengan isu lingkungan melalui program Ekoteologi Kerukunan, yang mendorong aksi lintas iman dalam menjaga kelestarian alam.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.