BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan KH Husin Naparin Lc MA, harus menjalani perawatan intensif di ruang ICCU RS Ulin Banjarmasin. Kamis (1/1/2026).
Kondisinya dikabarkan lemah akibat penyakit jantung dan paru yang dideritanya. Pihak rumah sakit membatasi akses masuk sesuai aturan, sehingga hanya keluarga dan tenaga medis yang dapat mendampingi.
“Beliau sakit jantung dan paru, juga sudah sepuh sehingga kondisinya lemah. Sering keluar masuk rumah sakit,” kata Ustadz Fahrie keponakan dari KH Husin Naparin Lc MA.
Hari pertama di 2026 jelang zuhur waktu setempat, masyarakat Banjarmasin sempat dihebohkan dengan beredarnya pesan WhatsApp yang menyebutkan kabar duka atas kepergian Sang Kiai.
Baca juga: Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD Mencuat, KPU Kalsel Tunggu Regulasi Pusat
Kabar tersebut cepat menyebar di berbagai grup, namun tidak terbukti benar.
KH Husin Naparin Lc MA, lahir di Paringin, Balangan, pada 10 November 1947. Sang Kiai menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, hingga meraih gelar Lc dan MA.
Sosok KH Husin Naparin adalah salah satu ulama Kalsel yang berilmu, berwibawa, serta berperan besar dalam menjaga kerukunan dan memberikan teladan bagi umat. (banjarmasinpost.co.id/saiful rahman)