Zohran Mamdani Resmi Dilantik Jadi Wali Kota New York, Cetak Sejarah Muslim Pertama dan Termuda
January 02, 2026 02:15 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Zohran Mamdani resmi dilantik sebagai Wali Kota New York City pada Kamis (1/1/2026) dini hari.

Pelantikan ini mencetak sejarah karena Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama sekaligus yang termuda dalam beberapa generasi di kota terbesar Amerika Serikat.

Al Jazeera melaporkan, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan di sebuah stasiun kereta bawah tanah bersejarah yang sudah tidak beroperasi di Manhattan.

Ia meletakkan tangannya di atas Al-Qur’an saat mengucapkan sumpah jabatan.

Upacara tersebut dipimpin oleh Jaksa Agung New York Letitia James tepat setelah tengah malam.

“Ini benar-benar suatu kehormatan dan hak istimewa seumur hidup,” kata Mamdani dalam pidatonya.

Pelantikan simbolik itu berlangsung di Stasiun Balai Kota lama.

Stasiun tersebut merupakan salah satu stasiun bawah tanah tertua di New York.

Lokasi itu dikenal dengan arsitektur langit-langitnya yang melengkung.

Mamdani dijadwalkan kembali dilantik secara resmi dalam upacara publik di Balai Kota pada Kamis (1/1/2026) siang.

Upacara tersebut akan dipimpin oleh Senator AS Bernie Sanders.

Baca juga: Pertama di New York, Wali Kota Terpilih Zohran Mamdani Gunakan Tiga Al-Qur’an Saat Pelantikan

Acara itu juga akan disertai pesta jalanan di sepanjang Broadway.

Pada usia 34 tahun, Mamdani menjadi wali kota termuda New York dalam beberapa generasi.

Ia juga tercatat sebagai wali kota pertama keturunan Asia Selatan.

Mamdani juga menjadi wali kota pertama New York yang lahir di Afrika.

Dalam kampanyenya, Mamdani mengusung agenda keterjangkauan biaya hidup.

Ia merupakan politikus Partai Demokrat yang mengidentifikasi diri sebagai sosialis demokrat.

Program utamanya mencakup penitipan anak gratis dan juga menjanjikan bus gratis.

Mamdani berkomitmen membekukan sewa bagi sekitar satu juta rumah tangga.

Ia turut menawarkan program percontohan toko kelontong milik kota.

Namun, Mamdani menghadapi tantangan besar dalam memimpin New York.
Tantangan itu meliputi pengelolaan transportasi.

Ia juga harus menangani kebersihan kota.

Persoalan perumahan di salah satu kota termahal di dunia juga menjadi perhatian utama.

Hubungan Mamdani dengan Presiden AS Donald Trump turut menjadi sorotan.

Selama masa kampanye, Trump sempat mengancam akan menahan dana federal untuk New York.

Trump juga melontarkan kritik keras terhadap Mamdani.

Baca juga: Wali Kota Terpilih New York Zohran Mamdani Pimpin Demo, Tuntut Keadilan Upah di Tengah Mogok Massal

Meski demikian, Al Jazeera melaporkan Trump kemudian mengundang Mamdani ke Gedung Putih pada November.

Pertemuan tersebut dilaporkan berlangsung relatif bersahabat.

Namun, Mamdani tetap menyatakan pandangannya bahwa Trump adalah seorang fasis.

Pernyataan tersebut kembali ia sampaikan kepada NBC News.

Mamdani lahir di Kampala, Uganda.

Ia pindah ke New York saat berusia tujuh tahun.

Mamdani menjadi warga negara Amerika Serikat pada 2018.

Ia sebelumnya menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York sejak 2020.

The New York Times mencatat, Mamdani awalnya kurang dikenal publik.
Namun, ia berhasil meroket dalam jajak pendapat.

Kenaikan itu didorong oleh pesan kampanyenya soal penurunan biaya hidup.

Ia akhirnya mengalahkan mantan Gubernur Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat.

Mamdani kemudian memenangkan pemilu November.

Dengan pelantikan ini, Mamdani memulai masa jabatan yang dipantau ketat secara nasional.

Pelantikan tersebut sekaligus membuka babak baru kepemimpinan di Kota New York.

Baca juga: Trump dan Zohran Mamdani Kini Akur, Berkelakar usai Drama Pemilu Walkot New York

Profil Zohran Mamdani, Wali Kota Muslim Pertama New York City

Zohran Mamdani mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim pertama yang memimpin New York City.

Middle East Eye melaporkan, Mamdani awalnya dipandang sebagai kandidat underdog dengan dukungan kurang dari satu persen pada Februari.

Dalam waktu empat bulan, ia justru memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dengan 56 persen suara.

Kampanye akar rumputnya melibatkan puluhan ribu relawan yang mengetuk lebih dari satu juta pintu di seluruh kota.

Kemenangan itu mengguncang peta politik New York dengan menyingkirkan wali kota petahana Eric Adams dan mengalahkan mantan Gubernur New York Andrew Cuomo.

Latar Belakang Keluarga dan Pendidikan

Zohran Kwame Mamdani lahir di Kampala, Uganda.

Ayahnya, Mahmood Mamdani, adalah akademisi terkemuka di Universitas Columbia yang dikenal lewat kajian kolonialisme dan politik global.

Ibunya, Mira Nair, merupakan sutradara film internasional peraih berbagai penghargaan.

Keluarga Mamdani pindah ke New York City saat ia berusia tujuh tahun.

Ia kemudian menempuh pendidikan Studi Afrika di Bowdoin College dan aktif dalam gerakan keadilan sosial semasa kuliah.

Awal Karier Politik

Sebelum terjun ke politik elektoral, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan di Queens.

Ia membantu warga berpenghasilan rendah menghadapi penggusuran dan krisis perumahan.

Pada 2020, Mamdani terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York dari wilayah Queens.

Sejak itu, ia dikenal sebagai politisi sosialis demokrat dengan fokus pada reformasi perumahan dan keadilan ekonomi.

Isu Palestina dan Sikap Politik Progresif

Mamdani dikenal vokal dalam membela Palestina dan mengkritik kebijakan Israel di Gaza.

Sikap ini memicu dukungan luas dari pemilih muda, sekaligus kritik keras dari kelompok pro-Israel yang menuduhnya antisemit.

Meski demikian, Mamdani terus mengedepankan pendekatan inklusif dengan menjangkau komunitas Muslim, Yahudi, Kulit Hitam, dan imigran di New York.

Baca juga: Trump Ajak Wali Kota Terpilih New York Zohran Mamdani Tatap Mata di Gedung Putih, Bahas Apa?

Biodata Zohran Mamdani

  • Nama lengkap: Zohran Kwame Mamdani
  • Tempat lahir: Kampala, Uganda
  • Tahun lahir: 1991
  • Usia: 34 tahun
  • Kewarganegaraan: Amerika Serikat
  • Agama: Islam
  • Jabatan: Wali Kota New York City
  • Partai politik: Partai Demokrat (Democratic Socialists of America)
  • Pendidikan: Bowdoin College, Maine – Studi Afrika
  • Orang tua: Ayah: Mahmood Mamdani (akademisi Universitas Columbia), Ibu: Mira Nair (sutradara film internasional)
  • Karier politik: Anggota Majelis Negara Bagian New York (2020–2025), Wali Kota New York City (2026– )
  • Ciri khas politik: Sosialis demokrat, fokus pada keterjangkauan biaya hidup, vokal membela Palestina, kampanye akar rumput dan inklusif

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.