TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang teror dilaporkan menimpa sejumlah tokoh publik yang vokal mengkritik penanganan pasca-bencana di Sumatra.
Mulai dari aktivis, influencer, hingga kalangan artis, mereka mengaku mendapat intimidasi setelah menyuarakan pendapat di ruang publik.
Dalam kurun waktu tiga hari, yakni sejak Senin hingga Rabu (29–31 Desember 2025), setidaknya empat orang dilaporkan menjadi korban teror.
Bentuk intimidasi yang dialami pun beragam, mulai dari peretasan hingga gangguan yang menyasar orang terdekat.
Aktor Yama Carlos menjadi salah satu figur publik yang angkat suara terkait persoalan ini.
Ia mengungkapkan bahwa teror mulai diterimanya setelah mengunggah video bernada sindiran mengenai penanganan pasca-bencana di Sumatra.
Baca juga: Diteror Molotov Tapi Dituduh Playing Victim! DJ Donny Dikritik Firdaus Oiwobo: Bisa Jadi Lo Rekayasa
Tekanan yang dialami Yama tidak hanya tertuju langsung kepadanya, tetapi juga menyasar keluarga temannya.
Kondisi tersebut akhirnya membuat Yama memutuskan untuk menghapus unggahan videonya.
"Ibunya teman saya kena teror dan HP-nya di-hack. Nomornya diambil, lalu si pelaku ini menyuruh teman saya untuk menghapus 12 konten, kalau mau nomor ibunya kembali lagi. Video sudah saya take down dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga," jelas Yama, dilansir dari Serambinews.com.
Tak berhenti di situ, teror lain yang dialami Yama berupa orderan fiktif dengan nilai cukup besar yang mengatasnamakan sang istri.
Dalam penjelasannya, Yama turut menyertakan 14 tangkapan layar percakapan dengan para kurir yang hendak mengantarkan pesanan palsu tersebut.
"Setelah teror melalui telepon, mensadap, atau menge-hack HP-nya ibunya teman saya, saya mendapatkan kiriman barang COD dengan akun fiktif mengatasnamakan istri saya, nomor telepon saya, dan alamat yang tidak saya tinggali dan itu tetap berlangsung sampai detik ini, video ini dibuat dan di-posting, saya tetap mendapatkan barang COD yang nilainya lumayan besar," tutur Yama.
"Dan jika teror barang COD ini tidak berhenti juga menyasar saya dan istri saya, saya mohon izin kepada terduga pelaku untuk menindaklanjuti ini langsung ke ranah hukum," tegasnya.
Influencer Sherly Annavita mengaku mendapatkan teror setelah menyuarakan kritik tentang penanganan pasca-bencana Sumatra, khususnya Aceh.
Dalam unggahan Instagram, dia mendapati sejumlah teror yaitu pelemparan telur busuk di depan rumah, gulungan kertas berpita hijau stabilo, dan coretan pada mobil.
"Di depan [rumah] Sherly mendapati satu kantong telur yang sudah dilemparkan, pecahannya ini sampai ke sana. Sherly juga mendapati gulungan kertas, tapi Sherly belum buka isinya apa. Dan di depan ternyata mobilnya juga dicoret, atau dipiloks, warna merah begini, dari samping juga ada," jelas Sherly.
Adapun, gulungan kertas itu ternyata terdisi atas tiga lembar yang terdiri dari pesan dan juga cetakan identitas atau KTP milik Sherly.
Untuk pesan di kertas itu dituliskan pada lembar pertama dan ketiga yang menggunakan bahasa Aceh.
"Sherly......!!!!!!!!!!!!!!! Jgn kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan buat kamu pribadi. Jgn kamu mengiring opini sesat," bunyi pesan lembar pertama.
"Bek that takheun hana get keu musibah Aceh, artinya "Jangan remehkan musibah di Aceh," bunyi pesan lembar ketiga.
Selain itu, tokoh publik yang dapar teror satu ini juga mendapatkan pesan lain yang diterimanya melalui DM (Direct Messege). Isi pesan itu yaitu berisi hinaan dengan nada yang kasar.
Baca juga: Bangkai Ayam hingga Ancaman Mati! Sherly Annavita dan DJ Donny Kena Teror Usai Kritik Soal Bencana
Melansir dari Kompas.com, DJ Donny menjadi salah satu influencer yang vokal terhadap penanganan bencana di Sumatra dan kemudian mendapatkan teror sebanyak dua kali.
Pertama, yaitu pada Senin (29/12/2025) istrinya mendapati paket wadah plastik yang berisi bangkai ayam dengan pesan ancaman.
Selanjutnya, teror kedua terjadi, pada Rabu (31/12/2025), di mana dalam sebuah CCTV terlihat ada dua pemuda yang melemparkan bom molotov ke arah rumahnya.
Setelah mendapatkan serangkaian teror itu, Donny kemudian memutuskan untuk melapor ke Mapolda Metro Jaya di hari yang sama saat teror kedua terjadi.
Rumah milik Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat kiriman bangkai ayam pada Selasa (30/12/2025).
Bangkai ayam dengan kondisi tanpa pembungkus ini ditemukan di teras rumahnya pada pagi hari.
Pada bagian kaki bangkai ayam tersebut, terdapat kertas yang berisikan pesan, “JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU”.
Sebelum teror ini, dia sudah beberapa kali menerima serangan di kolom komentar hingga pesan pesan bernada ancaman di media sosialnya lantaran sering memberikan kritik terkait kebijakan pemerintah.
(TribunTrends/Grid.ID)