BMKG Tarakan Perkirakan Potensi Banjir Rob Terjadi Hari Ini dan Besok, Imbau Warga Pesisir Waspada 
January 02, 2026 11:33 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) Tarakan merilis potensi banjir rob terjadi di wilayah Pesisir Tarakan Kalimantan Utara selama Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dikatakan Kepala BMKG Tarakan, M Sulam Khilmi, fenomena banjir rob adalah fenomena muncul bulan baru yang terjadi pada 20 Desember 2025 hingga awal Januri 2026. Diperkirakan Jumat 2 Januari dan Sabtu 3 Januari 2025 terjadi banjir rob di wilayah Pesisir Tarakan 

Masuk fase perigee yakni titik dalam orbit suatu benda langit terutama bulan ketika berada pada jarak terdekatnya pada bumi hari ini, Jumat 2 Januari 2026. 

Kemudian besok Sabtu 3 Januari 2026, masuk Bulan Purnama dan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum. 

Baca juga: Banjir Rob Ancam Pesisir Tarakan, Warga Diminta Waspada hingga 9 Desember

“Sehingga banjir pesisir atau (rob) berpotensi terjadi di beberapa wilayah di Indonesia,” papar M Sulam Khilmi. 

Ia menjelaskan banjir rob ini dipicu oleh letak bulan dekat dengan bumi. Kemudian dengan kondisi bulan, baik pada bulan-bulan purnama ataupun bulan baru, kejadian ini cenderung meningkatkan air pasang.

“Jadi bisa pasang maksimum. Ketika terjadi full moon atau bulan purnama, dan  bulan posisinya dekat dengan bumi, ini bisa meningkatkan level pasang dari air laut ini ya. Bisa menjadi pasang maksimum,” urai M Sulam Khilmi.

Jika ada peringatan dini misalnya potensi banjir rob, pasti akan diumumkan pihaknya. “2 Januari 2025 dan 3 Januari 2025, masuk full moon. Walaupun kami tidak mengeluarkan peringatan dini, namun air pasang ya. Tidak pasang yang seperti kemarin, pada dua bulan lalu tinggi sekali,” ujarnya.

Hanya saja patut diwaspadai ketika banjir rob terjadi, ketika di bulan baru muncul, bersamaan terjadi hujan. “Itu saja yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Baca juga: Masuk Musim Pancaroba, BMKG Tarakan Imbau Warga Tetap Waspada Terhadap Banjir Rob 

Apabila hujan bersamaan dengan banjir rob dimungkinkan terjadi banjir salah satunya.

Disinggung ketika intensitas hujan yang cukup tinggi, apakah bisa berpotensi terjadi kejadian seperti banjir bandang di Kalimantan Selatan yang belum lama ini terjadi? Ia mengatakan di Tarakan ini kemungkinan bukan banjir bandang yang terjadi karena Tarakan tidak ada sungai besar. 

Namun lanjutnya, ketika di Tarakan dalam 1,5 jam hujan 20 Milimeter (mm), itu sudah bisa menyebabkan banjir. Apalagi kalau intensitasnya mencapai seperti  yang pernah terjadi kemarin di angka 145 mm.  “Tentu ini akan mendapatkan banjir ya, dan longsor juga,” tukasnya.

(*)

Penulis: Andi Pausiah

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.