Laporan Wartawam Tribunpalu.com, Ismet
TRIBUNPALU.COM, MOROWALI – Sekda Morowali, Yusman Mahbub, secara resmi melepas peserta jalan santai dalam rangka menyambut Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80.
Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Kantor Kemenag Morowali, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Jumat (2/1/2026).
Sementara, jalan santai itu diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur keluarga besar Kemenag Morowali.
Baca juga: Daftar 6 Pasal Kontroversial Dalam KUHP Baru, Atur Urusan Kamar Hingga Pidana Demonstrasi
Dalam sambutannya, Yusman Mahbub mengapresiasi pelaksanaan kegiatan jalan santai yang dinilai mampu mempererat kebersamaan serta memperkuat sinergi antara Kemenag dengan pemerintah daerah dan mitra kerja.
Menurutnya, peringatan Hari Amal Bakti (HAB) tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk merefleksikan peran dan kontribusi Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap terbangun kebersamaan, kekompakan, serta semangat hidup sehat di lingkungan kerja, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi,” ujar Yusman.
Jalan santai tersebut diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), penyuluh agama, serta perwakilan madrasah dan satuan pendidikan keagamaan di bawah naungan Kemenag Morowali.
Baca juga: Nestapa Masa Tua Aktor Diding Boneng, Idap Penyakit Asma hingga Rumah Tinggalnya Roboh
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan Kemenag Morowali, perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI), serta perwakilan PT Baoshuo Taman Industry Investment Group (BTIIG) yang ikut mendukung dan memeriahkan rangkaian kegiatan peringatan HAB ke-80.
Selain jalan santai, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembagian doorprize yang menambah antusiasme peserta dan menciptakan suasana penuh keakraban.
Hari Amal Bakti (HAB) adalah hari peringatan berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia. Perayaan ini diperingati setiap tanggal 3 Januari setiap tahunnya.
Berikut adalah beberapa poin penting untuk memahami apa itu Hari Amal Bakti:
1. Sejarah Singkat
Kementerian Agama resmi dibentuk pada tanggal 3 Januari 1946. Penetapan ini didasarkan pada Penetapan Pemerintah No. 1/S.D. tahun 1946. Menteri Agama pertama yang menjabat saat itu adalah H.M. Rasjidi.
2. Makna Nama "Amal Bakti"
Nama "Amal Bakti" mengandung filosofi mendalam bagi para pegawai Kementerian Agama.
Baca juga: Industri Logam Dasar Dominasi Investasi di Sulawesi Tengah, Disusul Kimia dan Farmasi
Amal: Segala perbuatan baik yang dilakukan dengan niat tulus.
Bakti: Pengabdian kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.
Istilah ini menekankan bahwa bekerja di lingkup agama bukan sekadar mencari nafkah, melainkan bentuk ibadah dan pengabdian kepada bangsa yang religius.
3. Tujuan Peringatan
Peringatan ini bertujuan untuk:
Memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
Mengingat kembali tugas utama Kementerian Agama dalam menjaga moral dan spiritual bangsa.
Meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam bidang keagamaan (seperti pendidikan madrasah, urusan haji, dan pencatatan nikah).
4. Cara Merayakannya
Biasanya, Hari Amal Bakti diperingati dengan:
Upacara Bendera: Dilaksanakan di kantor pusat maupun daerah dengan pakaian adat atau seragam dinas.
Kegiatan Sosial: Seperti bakti sosial, santunan anak yatim, atau donor darah.
Dialog Kerukunan: Forum diskusi untuk mempererat hubungan tokoh lintas agama.(*)