BREAKING NEWS: Jembatan Gantung di Kalumpang Mamuju Roboh saat Diperbaiki, 3 Warga Jadi Korban
January 02, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Insiden kecelakaan kerja menimpa sejumlah warga di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. 

Jembatan gantung penghubung Desa Karama dan Desa Sandapang roboh saat diperbaiki secara gotong royong oleh warga setempat, Jumat (2/1/2026).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.20 WITA, mengakibatkan sejumlah warga terjatuh ke sungai dan mengalami luka-luka.

Baca juga: Jembatan Gantung Penghubung Desa Burana dan Desa Pangandaran di Mamasa Sulbar Segera Diperbaiki

Kronologi Kejadian

Robohnya jembatan bermula ketika warga berupaya memperbaiki struktur jembatan yang sudah lama rusak dengan peralatan seadanya. 

Namun, saat pengerjaan berlangsung, kancingan pengikat tali sling yang menjadi penyangga utama jembatan tiba-tiba terlepas.

"Tadi siang diperbaiki warga dengan peralatan seadanya karena sudah lama rusak. Tapi tiba-tiba (sling) putus," ujar salah satu warga, Rahmania, saat dikonfirmasi.

Akibat sling yang terputus, warga yang saat itu berada di atas jembatan untuk melakukan perbaikan tidak sempat menyelamatkan diri dan ikut terjatuh.

Tiga Orang Dilarikan ke Puskesmas

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat tiga warga yang harus mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat karena mengalami luka cukup serius. 

Sementara itu, beberapa warga lainnya hanya mengalami luka ringan dan sudah diperbolehkan pulang.

Insiden ini memicu keprihatinan karena warga terpaksa melakukan perbaikan secara swadaya akibat kondisi jembatan yang sudah bertahun-tahun rusak tanpa ada penanganan permanen dari pihak terkait.

Akses Vital yang Terputus

Jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat di Desa Karama dan Desa Sandapang. 

Dengan ambruknya fasilitas ini, mobilitas warga antar-desa kini lumpuh total.

Rahmania, yang juga perwakilan pemuda Desa Karama, menyayangkan lambatnya respons pemerintah terhadap kerusakan infrastruktur tersebut hingga akhirnya warga mengambil risiko memperbaiki sendiri.

"Kami berharap pemerintah desa maupun kabupaten segera memberikan perhatian serius. Jembatan ini adalah akses utama masyarakat," tegasnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.