Imbas Hujan Deras, 2.801 Ha Lahan Sawah di Kulon Progo Sempat Terendam Banjir
January 02, 2026 07:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebagian besar lahan sawah di Kulon Progo dilaporkan sempat terendam banjir akibat guyuran hujan yang cukup deras selama beberapa hari terakhir. Meski begitu padi yang ditanam di lahan tersebut diklaim aman dari kerusakan.

Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo, Wazan Mudzakir mengatakan lahan sawah padi saat ini luas totalnya sekitar 3.741 hektare (ha).

"Sekitar 2.801 ha lahan tersebut sempat terendam akibat hujan deras beberapa waktu lalu," kata Wazan pada wartawan, Jumat (02/01/2026).

Tersebar di 8 kapanewon

Ribuan ha lahan yang terendam banjir tersebut menyebar di 8 kapanewon. Meliputi Wates, Pengasih, Sentolo, Pamjatan, Galur, Lendah, hingga sebagian kecil di Kokap.

Meski begitu, Wazan mengatakan tanaman padinya tetap aman dari kerusakan. Sebab padi merupakan jenis tanaman yang relatif tahan terhadap genangan.

"Adapun saat ini genangan banjir yang merendam sawah sudah berangsur surut," ujarnya.

Padi roboh

Wazan mengatakan salah satu dampak pada tanaman padi adalah banyak yang roboh akibat terjangan air dan angin. Meski tidak rusak, kondisi tersebut akan berdampak saat musim panen.

Sebab tanaman padi yang roboh memerlukan tenaga ekstra untuk dipanen dan pengeringan yang lebih rumit. Sebab gabah telah menyentuh tanah yang basah.

"Saat ini mayoritas padi di Kulon Progo berumur 2 minggu hingga 1 bulan karena masih di periode masa tanam pertama," ungkap Wazan.

Bersihkan drainase

Menurutnya, salah satu tantangan utama di lahan tergenang banjir adalah sumbatan pada saluran drainase. Kondisi itu membuat air sulit mengalir dan membuat sawah bisa tergenang dalam waktu yang lama.

DPP Kulon Progo pun telah mengimbau Kelompok Tani dan Petani Pemakai Air (P3A) untuk membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Meski besarnya volume air seringkali membawa material baru yang menghambat aliran.

"Kami mendorong masyarakat bersama pemerintah kalurahan untuk gotong-royong membersihkan titik-titik sumbatan tersebut," kata Wazan.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.