Tribunlampung.co.id, Jabar - Lima pekerja proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) masih tertimbun longsor tebing di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026).
Melansir Tribun Jabar, proses evakuasi kelima pekerja tersebut terkendala kondisi cuaca.
Sebab, kawasan Cisempur masih diguyur hujan dengan intensitas deras.
Kondisi tersebut membuat area longsoran menjadi licin dan rawan pergerakan tanah susulan.
Derasnya hujan juga mengurangi jarak pandang serta memperlambat pergerakan tim dan warga yang terlibat dalam proses evakuasi.
Aparat dan relawan di lapangan terus melakukan pengamanan area untuk mengantisipasi longsor susulan.
Sebuah tebing ambrol menimbun enam pekerja proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) siang.
Hingga saat ini, lima orang dilaporkan masih tertimbun material tanah, sementara satu pekerja berhasil diselamatkan.
Ketua RW 01 Desa Cisempur, Utar, mengungkapkan bahwa dirinya menerima laporan kejadian sekitar pukul 13.35 WIB.
Saat tiba di lokasi lima menit kemudian, proses evakuasi awal sudah dilakukan oleh warga secara swadaya.
“Informasi awal yang saya terima ada lima sampai enam orang tertimbun. Saat saya tiba, satu orang sudah berhasil dievakuasi dan selamat,” ujar Utar kepada TribunJabar.id di lokasi kejadian.
Korban selamat diketahui bernama Ahmid.
Ia berhasil dievakuasi oleh warga setempat bersama rekan sesama pekerja proyek tak lama setelah kejadian.
Namun, lima rekan Ahmid lainnya hingga kini belum ditemukan dan diduga terjebak di bawah timbunan tanah yang cukup tebal.
Berdasarkan keterangan warga, para korban bukan merupakan penduduk asli RW 01, melainkan warga sekitar Desa Cisempur yang berasal dari RW 05 dan RW 10. Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD kini telah dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pencarian.
Detail Proyek: Pembangunan Sarana Olahraga
Proyek pembangunan TPT tersebut diketahui telah berjalan selama dua hingga tiga bulan terakhir. Pembangunan ini kabarnya diperuntukkan bagi fasilitas olahraga di kawasan dataran tinggi tersebut.
“Katanya untuk sarana olahraga, tidak tahu apakah lapangan futsal atau fasilitas lainnya,” tambah Utar.
Hal yang mengejutkan, peristiwa ambrolnya tebing ini terjadi saat cuaca di kawasan Jatinangor sedang cerah.
Utar memastikan bahwa tidak ada hujan yang mengguyur lokasi kejadian sejak hari sebelumnya.
“Di sini tidak ada hujan, bahkan dari kemarin juga kering. Tebing tiba-tiba ambrol saat pekerja sedang beraktivitas,” pungkasnya.
Berdasarkan informasi di lapangan, material tanah longsor secara tiba-tiba saat para pekerja berada di bawah tebing.
Dari total enam orang yang menjadi korban, satu pekerja berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat berkat aksi cepat warga sekitar dan sesama rekan proyek.
Lima Korban Masih Terjebak di Reruntuhan
Hingga saat ini, lima pekerja lainnya diduga masih tertimbun material tanah di lokasi proyek yang berada di dataran tinggi tersebut.
Proses pencarian terus dilakukan secara intensif.
Para pekerja dan warga di lokasi berupaya melakukan evakuasi menggunakan alat seadanya sambil menunggu bantuan alat berat.
Medan yang berada di area ketinggian menjadi tantangan tersendiri dalam proses penyelamatan.
Baca juga: Kronologi Pratu Farkhan Tewas Diduga Dianiaya Oknum Kopral TNI, Sempat Melawan