Hujan Deras Guyur Lokasi Longsor Cisempur Sumedang, Proses Evakuasi Terkendala
January 02, 2026 07:35 PM

 

Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Proses evakuasi korban longsor tebing di RW 01 Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/1/2026) terkendala kondisi cuaca. Sore ini, kawasan Cisempur diguyur hujan dengan intensitas deras.

Hujan membuat area longsoran menjadi licin dan rawan pergerakan tanah susulan. Kondisi tersebut menyulitkan upaya pencarian lima pekerja yang masih diduga tertimbun material tanah di lokasi proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT).

Wilayah Sumedang secara umum, termasuk Desa Cisempur sendiri sebelumnya telah diprediksi akan mengalami hujan pada rentang waktu siang hingga sore hari. 

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kawasan Kabupaten Sumedang berpotensi diguyur hujan pada siang-sore. 

Derasnya hujan juga mengurangi jarak pandang serta memperlambat pergerakan tim dan warga yang terlibat dalam proses evakuasi. Aparat dan relawan di lapangan terus melakukan pengamanan area untuk mengantisipasi longsor susulan.

Ketua RW 01 Desa Cisempur, Utar, mengatakan laporan kejadian diterimanya sekitar pukul 13.35 WIB. Ia langsung menuju lokasi lima menit kemudian. 

“Saya nerima laporan pukul 13.35, saya ke sini lima menit kemudian. Informasi awal yang saya terima ada lima sampai enam orang tertimbun. Saat saya tiba, satu orang sudah berhasil dievakuasi dan selamat,” kata Utar kepada Tribun Jabar. Id, di lokasi kejadian.

Korban selamat diketahui bernama Ahmid. Proses evakuasi dilakukan oleh warga setempat dibantu rekan sesama pekerja proyek.

Hingga siang hari, upaya pencarian masih difokuskan di sekitar titik longsoran karena lima orang lainnya diduga masih berada di bawah timbunan tanah. Aparat gabungan juga sudah dikerahkan di lokasi. 

Baca juga: Breaking News - Tebing Ambrol Kubur 6 Pekerja di Cisempur Sumedang

Menurut Utar, para pekerja yang menjadi korban bukan warga asli RW 01, namun masih berasal dari wilayah sekitar Desa Cisempur, yakni RW 05 dan RW 10. 

“Mereka bukan warga sini asli, tapi masih sekitaran Desa Cisempur,” ujarnya.

Utar menambahkan, proyek pembangunan TPT tersebut telah berjalan sekitar dua hingga tiga bulan. Proyek itu disebut-sebut berkaitan dengan pembangunan sarana olahraga, meski jenis fasilitasnya belum diketahui secara pasti. 

“Katanya untuk sarana olahraga, enggak tahu lapang futsal atau apa,” ucapnya.

Ia juga memastikan saat kejadian tidak terjadi hujan di lokasi. “Di sini enggak ada hujan, bahkan dari kemarin juga enggak ada hujan,” kata Utar.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.