Purbalingga Dikepung 97 Bencana Sepanjang 2025, Total Kerugian Capai Rp4,74 Miliar
January 02, 2026 10:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA — Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Purbalingga nyaris tidak pernah lepas dari ancaman bencana alam.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menunjukan, dalam kurun waktu satu tahun, sebanyak 97 kejadian bencana terjadi di berbagai penjuru wilayah. 

Akumulasi dampaknya pun tidak ringan.

Kerugian materiil yang ditimbulkan mencapai Rp4,74 miliar dengan ribuan warga terdampak dan ratusan lainnya terpaksa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. 

Adapun dari puluhan kejadian tersebut, tanah longsor menjadi bencana yang paling sering terjadi, sekaligus yang paling merugikan. 

BPBD mencatat sebanyak 50 kali atau lebih dari separuh total kejadian bencana sepanjang 2025. 

Baca juga: Kisah Mbah Djaiz, Lansia yang Menantang Maut Tinggal Dekat Longsor Sungai Lusi di Blora

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Purbalingga, Yulianti menuturkan, tanah longsor menyumbangkan kerugian terbesar karena dampaknya langsung menghantam pemukiman warga. 

"Frekuensi longsor paling tinggi dan dampak kerusakan materinya paling besar, mencapai lebih dari Rp3,3 miliar. 

Faktor utamanya ialah hujan lebat yang berlangsung cukup lama, ditambah kondisi tanah yang memang labil," ujarnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (2/6/2026). 

Menurutnya, akibat longsor tersebut sebanyak 133 warga harus mengungsi dan 38 rumah dilaporkan rusak berat hingga tidak lagi layak dihuni.

Sementara itu, 46 rumah lainnya kini berada dalam kondisi terancam. 

Meski longsor menjadi bencana paling merugikan secara ekonomi, menurutnya cuaca ekstrem juga tercatat sebagai bencana paling mematikan. 

Dari 37 kejadian angin kencang dan cuaca buruk, satu orang tercatat meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka. 

"Korban jiwa tercatat pada kejadian cuaca ekstrem," ujarnya. 

Cuaca ekstrem juga memiliki dampak paling luas dari sisi jumlah penduduk yang terdampak mencapai 650 jiwa. 

Kerusakan yang terjadi pun didominasi kategori ringan dengan 137 unit rumah dengan nilai kerugian mencapai Rp1,27 miliar. 

Selain itu, Yuli juga mengatakan bencana banjir tecatat terjadi sebanyak sembilan kali di tahun 2025.

Bencana tersebut juga merendam sekitar 71 rumah dan memaksa 70 warga harus mengungsi, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp175 juta. 

BPBD Purbalingga juga mencatat adanya satu kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tanpa kerugian materiil. 

Adapun untuk bencana gempa bumi dan kekeringan, nihil terjadi di tahun 2025. 

Baca juga: Rumah Mbah Sakem di Kebumen Tertimpa Longsor Setelah Diguyur Hujan Seharian

Secara keseluruhan, rangkaian bencana tersebut berdampak pada 1.298 jiwa atau 396 kepala keluarga dengan total 251 orang mengungsi. 

Lebih lanjut,untuk menghadapi potensi bencana yang mengintai pihaknya mengatakan telah melakukan upaya mitigasi, mulai dari pemasangan Early Warning System (EWS), penentuan jalur evakuasi, titik kumpul hingga sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat. 

"Memang ada kendala pada efisiensi anggaran. Namun seluruh program mitigasi di tahun 2025 sudah berjalan. Meski demikian, kedepan tantangannya adalah bagaimana agar masyarakat bisa bersama-sama menerapkan upaya mitigasi tersebut," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.