TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus tewasnya satu keluarga di sebuah rumah kontrakan Jakarta Utara masih menyisakan misteri.
Polisi saat ini masih mendalami penyebab kematian tiga orang di rumah Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/1/2025).
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji Pradana menuturkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri telah mengambil sejumlah sampel benda berkaitan peristiwa.
"Sekiranya diperlukan (benda) untuk melakukan pengecekan lebih lanjut," ungkapnya.
Ketiganya diketahui masih satu keluarga yang terdiri dari seorang ibu dan dua anak.
Ibu tersebut, memiliki empat orang anak, dua di antaranya meninggal dan satu orang ditemukan dalam kondisi kritis di rumah.
Sedangkan satu anak lagi sedang bekerja saat kejadian.
Awalnya, warga curiga lantaran kondisi rumah sepi.
Saat rumah kontrakan dibuka, warga menemukan tiga orang meninggal dan satu orang kritis sehingga langsung dilarikan ke RSUD Koja.
Baca juga: Tiga Kapal RoRo Bengkalis Akan Layani Penyeberangan Arus Balik Libur Nataru
Berikut tiga fakta tewasnya satu keluarga di Warakas:
1. Ditemukan Botol
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP) ditemukan botol air mineral kemasan, bungkus makanan yang telah habis, hingga barang pribadi milik korban.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, menerangkan penyebab kematian korban masih diselidiki dengan memeriksa barang-barang di TKP.
Pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya pembunuhan.
2. Kondisi Jenazah
Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Seno Adji Pradana, menerangkan jenazah ditemukan dalam kondisi mengeluarkan busa dari mulut.
“Dari pemeriksaan awal dari kasat mata, keluar busa dari mayat tersebut,” ungkapnya, dikutip dari TribunJakarta.com.
Dua jenazah berjenis kelamin perempuan dan satu laki-laki.
Identitasnya yakni Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Jabrar Jamaludin (13).
Sementara yang kritis bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (22).
"Ada yang di masing-masing (ditemukan) di kamar dan di ruang tamu," lanjutnya.
Jenazah dibawa ke RS Polri untuk proses autopsi.
3. Sampel Diambil
Iptu Seno Adji mengatakan, sampel sejumlah barang yang ditemukan di rumah diambil.
“Dapat kami sampaikan bahwa dari teman-teman Mabes Polri, yakni Puslabfor, sudah datang untuk melakukan pengambilan sampel terhadap benda-benda yang ada di TKP yang sekiranya diperlukan untuk pengecekan lebih lanjut,” tuturnya.
Terkait temuan botol air mineral, ia belum dapat menyimpulkan korban meninggal karena keracunan.
“Itu hanya benda (botol) yang berada di sekitar korban, jadi kita amankan,” terangnya.
Pemeriksaan saksi belum dilakukan dan hanya interogasi awal.
“Masih belum bisa kita simpulkan terkait itu (penyebab kematian), masih dalam pemeriksaan medis lebih lanjut,” pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )