TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Aceh - Presiden RI Prabowo Subianto menganggap bodoh jika menolak bantuan asing untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra.
"Ini kan masalah kemanusiaan. Kalau siapapun yang mau bantu masa kita tolak? Bodoh sekali kalau kita tolak," ujar Prabowo dalam rapat terbatas (ratas) di Aceh Tamiang, Aceh, dikutip dari Kompas, Jumat (2/1/2026).
Presiden Prabowo kini membuka lebar-lebar semua bantuan dari pihak lain untuk para korban banjir.
Keputusan itu diambil Prabowo Subianto setelah sebelumnya menolak mentah-mentah bantuan yang ditawarkan pemerintah asing.
Kini ia mengubah kebijakan dan membuka diri pada siapapun yang ingin membantu. Ia menambahkan, yang penting bantuannya jelas.
"Saya sudah dilaporkan oleh Pak Gubernur, dan nanti saya akan bicarakan dengan beberapa pejabat lain mekanismenya. Kalau ada pihak yang tulus ikhlas mau membantu, ya kita jelas sebagai manusia kita masa menolak bantuan? Asal bantuannya itu jelas ya," kata dia.
Selain itu, ia tidak mau ada anggapan pemerintah Indonesia dianggap sombong lantaran menolak bantuan asing. Karena itu, ia mempersilahkan bantuan tersebut diterima oleh pemerintah daerah.
Sebelumnya Prabowo Subianto mengaku dihubungi beberapa pemimpin negara lain untuk membantu penanganan bencana di Sumatera.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas tawaran itu. Akan tetapi, Prabowo merasa pemerintah Indonesia mampu mengatasi bencana ini.
"Saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang terima kasih, konsen Anda. Kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini," kata dia dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 15 Desember 2025.
Dia mengatakan pemerintah sejak awal sudah mengerahkan bantuan untuk penanganan bencana. Dia juga berterima kasih kepada aparat TNI dan Polri yang sudah membantu.
"Jadi semua mengerahkan tanpa terlalu banyak minta perintah dari saya, berinisiatif. Saya terima kasih para pimpinan Panglima TNI, Kapolri, para kepala staf, semua yang hadir dan mengambil tindakan atas inisiatif sendiri," ujar dia.
Prabowo juga menyinggung sejumlah kelompok yang mendorong penetapan status bencana nasional terhadap bencana di Sumatera.
Prabowo menegaskan pemerintah sudah mengerahkan bantuan dan mengklaim situasi terkendali.
Senada dengan presiden, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah masih sanggup mengatasi seluruh masalah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Kami merasa bahwa pemerintah, semua masih sanggup untuk mengatasi seluruh permasalahan yang kami hadapi," kata Prasetyo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.