TRIBUN-BALI.COM - Dalam momen libur tahun baru 2026, Kabupaten Bangli menjadi satu di antaranya tujuan wisatawan lokal, nusantara maupun internasional. Keramaian wisatawan tampak di Desa Wisata Pengelipuran hingga kawasan Penelokan, Kintamani.
Pantauan Tribun Bali di Desa Wisata Pengelipuran pada Kamis (1/1), tampak pengunjung ramai. Sebagian besar merupakan wisatawan nusantara (Wisnus).
Mereka tidak hanya jalan-jalan, namun juga belanja di stan-stan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang ditawarkan warga setempat.
Susanto, pengunjung asal Surabaya mengatakan, ia memang sejak dulu ingin berkunjung ke Desa Pengelipuran. Di mana ia mendengar bahwa tempat ini merupakan salah satu desa terbersih di dunia.
“Begitu sampai di sini, rasanya puas. Karena memang bersih. Harga tiket masuk Rp 25 ribu per orang, tempat makan dan suvenir yang ditawarkan masih harga wajar,” ujarnya.
Baca juga: HUJAN Lebat & Banjir Landa Gianyar, Pura di Bedulu Tersambar Petir, Ada Beberapa Kendaraan Mogok!
Baca juga: MAYAT Mahasiswa Ulah Pati Dievakuasi di Bawah Jembatan Tukad Bangkung, Naiki Railing Setinggi 4 M
Keramaian juga terlihat di kawasan wisata Penelokan di Kecamatan Kintamani. Di objek yang berlatar belakang gunung dan danau Batur itu, banyak masyarakat Bali maupun wisatawan nusantara memadati kawasan tersebut. Mereka datang berfoto hingga menikmati kuliner.
“Yang membuat tempat ini selalu ingin dikunjungi adalah tempatnya sejuk, banyak pilihan spot lain, seperti kuliner atau yang agak jauh sedikit bisa ke pemandian air panas. Penelokan sebagai persinggahan saja,” ujar pelancong asal Denpasar, Kadek Kusuma.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya mengatakan, selama libur tahun baru, mobilitas kendaraan yang masuk ke Kabupaten Bangli mengalami peningkatan signifikan.
Terutama di kawasan Penelokan. Untuk mengantisipasi kemacetan, petugas lalu lintas standby terutama di kawasan persimpangan.
“Volume kendaraan, terutama di kawasan pariwisata memang mengalami peningkatan. Namun sejauh ini situasi kondusif,” ujarnya.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali mencatat realisasi Pungutan Wisatawan Asing (PWA) hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp 369 miliar. Realisasi PWA tersebut tercatat melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.
Awalnya, Pemprov menargetkan di Anggaran Induk sebesar Rp 325 miliar, realisasi sementara hingga 31 Desember 2025 tercatat mencapai Rp 369 miliar. Namun, dari target APBD Perubahan 2025 belum tercapai. Sebab, APBD Perubahan menargetkan Rp 500 miliar dengan besaran PWA Rp 150 ribu per orang.
Kepala Dispar Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan realisasi PWA tahun 2025 melampaui capaian tahun 2024 sebesar Rp 318 miliar. Dengan capaian tersebut, jika dihitung selama 365 hari, maka rata-rata penerimaan PWA mencapai sekitar Rp 1 miliar per hari.
“Capaian tahun 2025 ini menunjukkan tren peningkatan yang positif. Kami terus melakukan sosialisasi dan penyampaian informasi untuk mengoptimalkan penerimaan PWA,” kata, Sumarajaya, Jumat (2/1).
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali mencapai 7,05 juta orang.
Dari jumlah tersebut, realisasi pembayaran PWA berada di kisaran 34 persen, karena adanya sejumlah pengecualian yang diatur dalam regulasi. “Pengecualian PWA diberikan kepada tamu negara, diplomat, peserta kegiatan atau event tertentu, serta pelajar,” jelasnya.
Menurut Sumarajaya, PWA merupakan kebijakan khusus yang hanya diterapkan di Bali, dan resmi diluncurkan pada 14 Februari 2024.
Oleh karena itu, optimalisasi terus dilakukan melalui berbagai strategi komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE). “Kami melakukan KIE secara masif melalui media cetak, media elektronik, media online, hingga media sosial. Termasuk melalui konten video digital,” katanya.
Selain itu, pihaknya terus mendorong pengembangan endpoint pembayaran PWA dengan melibatkan pelaku usaha pariwisata. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 150 endpoint telah terdaftar.
“Endpoint, kami dorong agar semakin banyak karena ada imbal jasa sebesar 3 persen bagi mitra. Ini menjadi insentif agar pelaku usaha ikut aktif berpartisipasi,” tuturnya.
Di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pihaknya tidak hanya menyediakan konter pembayaran PWA, tetapi memperkuat sosialisasi melalui pemasangan banner dan media informasi.
Pada tahun 2025, sosialisasi diperluas hingga area kedatangan domestik, mengingat adanya wisman yang masuk ke Bali melalui penerbangan domestik.
“Di kedatangan internasional sudah ada, dan tahun ini kami tambah di kedatangan domestik karena wisatawan asing juga ada yang datang melalui jalur tersebut,” ujarnya.
Sosialisasi PWA juga dilakukan di Pelabuhan Benoa, khususnya bagi wisatawan kapal pesiar yang dikoordinasikan melalui agen cruise, serta di pelabuhan penyeberangan Padangbai dan Gilimanuk melalui pemasangan baliho informasi.
Pihaknya juga sedang menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI). Juga penyedia kios pembayaran di bandara, sistem pembayaran digital, serta beberapa bank swasta guna mempermudah transaksi PWA.
Sumarajaya menambahkan, Pemprov terus mengupayakan integrasi sistem PWA melalui platform Love Bali, agar ke depan dapat terhubung lebih luas, bahkan secara nasional.
“Upaya ini sudah kami lakukan sejak 2025, mudah-mudahan pada 2026 bisa lebih optimal, termasuk integrasi dengan layanan keimigrasian seperti visa,” ungkapnya.
Meski baru berjalan dua tahun, kebijakan PWA menunjukkan peningkatan dari sisi realisasi dan persentase partisipasi. Ke depan, optimalisasi akan terus diperkuat melalui regulasi dan pengawasan.
“Dasar hukum PWA telah diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Gubernur. Pungutan ini diperuntukkan bagi pelestarian budaya dan perlindungan lingkungan alam Bali,” tegas Sumarajaya.
Ia berharap, melalui peningkatan sosialisasi dan partisipasi pelaku usaha, PWA dapat semakin optimal sebagai instrumen menjaga keberlanjutan pariwisata Bali. “PWA adalah bentuk kontribusi wisatawan asing untuk menjaga Bali agar tetap lestari dan berkualitas,” pungkasnya. (weg/sar)