BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banyaknya program-program pengerjaan fisik yang tidak selesai hingga tutup tahun 2025, menjadi sorotan warga Banjarmasin.
Contohnya pengerjaan drainase yang belum selesai di sejumlah titik, membuat resah warga sebab aktivitas terganggu akibat proyek yang belum juga selesai.
Menyikapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR menegaskan akan mengawal kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan seluruh SKPD agar terlaksana tepat waktu.
"Saya tekankan di 2026 ini tidak ada lagi pengerjaan-pengerjaan seperti pengerukan sungai, drainase, itu dilaksanakan di akhir tahun dan di musim hujan, itu sangat salah," ucapnya, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: Tambah 14 Alat Baru, DLH Banjarmasin Targetkan Tekan Volume Sampah Harian sampai 50 Persen
Terlebih dikatakannya, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD 2025 terbilang masih besar yakni Rp350 miliar, yang harusnya bisa dioptimalkan untuk proyek fisik.
Yamin menambahkan, pengerjaan proyek seharusnya dikerjakan saat musim kemarau. Ketika musim hujan bisa dilakukan pendataan.
Tahun Anggaran 2026, pihaknya akan lakukan evaluasi secara ketat ke setiap SKPD yang tidak bisa melaksanakan dengan sebaik-baiknya sebuah kegiatan atau proyek.
Baca juga: Update Kasus Video Viral Tikus Dalam Bungkus Nasi Padang, Polresta Banjarmasin Lakukan Penyelidikan
Anggaran yang bersumber dari uang pajak dan retribusi dari rakyat, sudah sepatutnya dikerjakan maksimal kembali untuk rakyat
"Apabila SKPD melanggar dan kurang volume yang dilaksanakan, kami tidak segan-segan untuk melakukan tindakan," tutupnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)