Api Menyembur Setinggi 15 Meter setelah Pipa Gas di Inhil Meledak, Warga Panik
January 03, 2026 09:35 AM

 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Riau - Api menyembur hingga setinggi sekitar 15 meter setelah pipa gas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau meledak, Jumat (2/1/2026) sore.

Langit sore di wilayah kobaran api itu semakin gelap karena asap hitam yang timbul dari kebakaran.

Dikutip Tribunlampung.co.id dari TribunPekanbaru.com, gemuruh suara api terdengar hingga jarak 100 meter, bahkan panas dari lokasi kebakaran terasa sangat kuat.

Radius pengamanan diperluas sampai sekitar tiga kilometer guna mengantisipasi risiko yang lebih besar akibat panas dan potensi ledakan lanjutan.

Tidak ada yang boleh mendekat ke titik api.

Api tersebut ternyata bersumber dari kebocoran pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI), anak usaha PT Pertamina.

Kebocoran pipa gas tepatnya di tepi Jalan Lintas Timur di Dusun Nibul, Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Insiden terbakarnya pipa gas itu langsung mengundang perhatian warga sekitar.

Warga menyaksikan kebakaran hebat itu dari kejauhan dan banyak yang memvideokan kejadian tersebut.

Jalan Lintas Timur ditutup sementara mengingat pipa gas yang terbakar berada di tepi jalan. Polisi turun ke lokasi untuk mengamankan jalur lalu lintas.

Pengendara yang melintas panik. Sebuah truk yang memaksa melintas di kebakaran pipa gas mengalami kerusakan.

Kaca depan truk pecah dan bemper serta kaca spion kenyot akibat panasnya api. Suasana mencekam menyelimuti kawasan itu.

Api terlihat menyala terus-menerus dari satu titik, disertai suara desis gas yang cukup keras.

Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi praktis terhenti, sementara arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur terganggu.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil dan Pemadam Kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas melakukan pengamanan area dengan membatasi jarak aman dan memastikan tidak ada warga yang mendekat ke titik api.

Polisi turut membantu mengatur lalu lintas dan menutup akses jalan di sekitar lokasi kejadian.

Radius pengamanan diperluas hingga sekitar tiga kilometer guna mengantisipasi risiko yang lebih besar akibat panas dan potensi ledakan lanjutan.

Kesaksian Warga

Salah seorang warga setempat, Rahman, mengaku menyaksikan langsung besarnya kobaran api.

Ia mengatakan panas dari lokasi kebakaran terasa sangat kuat, bahkan berdampak pada kendaraan yang melintas tidak jauh dari titik kejadian.

"Tadi ada truk coba lewat, jaraknya memang tidak terlalu dekat, tapi panasnya luar biasa. Kaca truk pecah, spion yang dari plastik sampai meleleh, dan beberapa bagian bodi truk rusak seperti melepuh. Alhamdulillah sopirnya selamat, langsung menjauh dan akhirnya bisa lewat meski truknya rusak," ujar Rahman saat dikonfirmasi Tribun, Jumat malam.

Respons Polda Riau

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto membenarkan kejadian tersebut.

"Pipa gas mengalami kebocoran sehingga menimbulkan ledakan dan kebakaran," kata Anom melalui pesan WhatsApp, Jumat.

Soal PT Transportasi Gas Indonesia

PT Transportasi Gas Indonesia (TGI atau Transgasindo) adalah perusahaan patungan (joint venture) yang didirikan pada tahun 2002, berfokus pada pengangkutan dan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk pasar domestik (Sumatera) dan internasional (Singapura).

TGI merupakan salah satu tulang punggung infrastruktur gas bumi di Indonesia, yang berstatus Penanaman Modal Asing (PMA) dan anak usaha PGN.

Kepemilikan Saham: Saham TGI dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebesar 59,87 persen, Transasia Pipeline Company Pvt. Ltd. (40 persen ), dan Yayasan Kesejahteraan Pegawai PGN (YAKAGA) (0,13 persen ).

Operasional: Mengelola lebih dari 1.000 km jaringan pipa gas darat (onshore) dan lepas pantai (offshore) dari Grissik ke Duri dan dari Grissik ke Singapura.

Fokus Bisnis: Menyediakan layanan transportasi gas bumi yang aman, andal, dan berkelanjutan, serta mendukung transisi energi di Indonesia.

Wilayah Kerja: Memiliki kantor regional di Jambi, Indragiri Hulu, Pekanbaru, dan Batam. 

TGI berperan penting dalam menyalurkan gas bumi untuk kebutuhan domestik dan ekspor, serta mengutamakan keunggulan operasional dan pelestarian lingkungan. 

Kronologi Singkat

Menurut Anom, peristiwa bermula sekitar pukul 16.00 WIB ketika warga mendengar suara ledakan yang diduga berasal dari pipa gas tanam PT TGI.

Tak lama kemudian, api terlihat menyembur ke udara dari lokasi pipa.

"Semburan api diperkirakan mencapai 15 meter. Saat ini api masih terlihat menyala dan gas terus menyembur keluar," ujar Anom.

Warga Dilarang Mendekat

Anggota Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan langkah antisipasi.

Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area kejadian demi menghindari risiko bahaya.

"Menurut keterangan petugas yang berwenang, penyekatan arus gas telah dilakukan penutupan atau penyekatan. Minimal 3 jam mudah-mudahan sudah padam. Dimohon kepada masyarakat agar bersabar," ujar Anom.

Tidak Ada Korban Jiwa

Berdasarkan data sementara, tidak ada korban jiwa maupun warga yang terdampak.

Jarak pipa gas dengan permukiman warga sekitar 500 meter.

"Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif, meskipun kondisi cuaca dilaporkan hujan lebat dan api masih menyala," kata Anom.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.