TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak mulai mengoperasikan alat pembersih baru berupa mobil sweeper untuk mendukung kebersihan trotoar dan taman kota.
Uji coba alat tersebut dilakukan saat kegiatan pembersihan di Taman Digulis Universitas Tanjungpura (Untan), yang melibatkan Pasukan Hijau Gerak Cepat (PHGC), Sabtu 3 Januari 2025.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, secara langsung mencoba mobil sweeper di lokasi.
Menurutnya, alat ini dihadirkan untuk memudahkan pekerjaan petugas kebersihan sekaligus meningkatkan kualitas kebersihan ruang publik di Kota Pontianak.
"Hari ini pagi saya tes mobil penyapu trotoar dan jalan, ini yang baru kita beli untuk memudahkan dalam pembersihan trotoar dan taman-taman di Kota Pontianak," kata Edi Rusdi Kamtono.
Ia menjelaskan, mobil sweeper memiliki fungsi yang cukup lengkap karena tidak hanya menyapu, tetapi juga menyiram debu dan menyedot kotoran.
Alat tersebut bahkan dapat digunakan untuk membersihkan jalan aspal.
"Saya rasa tadi sudah dites, alat ini sangat efektif selain menyapu juga disiram dari debu dan menyedot, alat ini juga bisa digunakan untuk di jalan aspal kita, kita akan adakan lagi beberapa alat ini," ungkapnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Pontianak telah memiliki dua unit mobil sweeper, dengan satu unit berukuran lebih kecil.
Edi menyebutkan, idealnya mobil sweeper dioperasikan setiap hari karena trotoar digunakan secara rutin oleh masyarakat.
"Kalau untuk mobil sweeper sendiri ini harusnya rutin setiap hari, karena kan trotoar selama ini setiap hari digunakan oleh warga Kota Pontianak," katanya.
Sementara itu, pembersihan taman oleh tim PHGC dilakukan secara berkala, sekitar tiga bulan sekali.
"Pembersihan yang dilakukan tim PHGC ini berkala, mungkin tiga bulan sekali untuk memastikan masyarakat sehat berada di taman-taman di Kota Pontianak," jelas Edi.
Terkait anggaran, Edi mengungkapkan bahwa setiap tahun Pemkot Pontianak mengalokasikan dana rutin untuk kebersihan.
Namun, menurutnya jumlah tersebut masih belum mencukupi untuk wilayah Kota Pontianak yang cukup luas dan memiliki banyak taman.
"Jadi kita masih sebagian besar menggunakan manual. Dengan alat ini pekerjaan semakin lebih mudah dan kita akan terus mempercantik Kota Pontianak trotoarnya," pungkasnya. (*)