BANJARMASINPOST.CO.ID - Beredar di media sosial video memperlihatkan perjuangan sepasang ibu dan anak orang utan di Kutai Timur, Kalimantan Timur tampak kebingungan saat berusah menyeberangi sungai.
Kedua orang utan tersebut harus berjuang menyeberangi sungai dengan arus cukup deras lantaran sudah tak ada lagi ranting atau pepohonan untuk mereka beraktivitas.
Peristiwa ini pun ramai menuai sorotan usai diunggah akun Instagram @kaltiminfo_id.
Dilansir pada Sabtu (3/1/2026) tampak dalam unggahan tersebut ibu dan anak orang utan tengah berdiri di tepian sungai.
Baca juga: 103 Personel Polresta Banjarmasin Naik Pangkat, Kapolresta Tekankan Profesionalisme
Baca juga: Mengenal Super Flu Kini Marak Diperbincangkan, Sudah Masuk Kalimantan Selatan, Ingat Jaga Kesehatan
Kedua orang utan tersebut berusaha menyeberang agar bisa menggapai hutan yang berada di sisi sungai.
Namun kedua orang utan tersebut tampak kebingungan saat hendak menyeberangi sungai pasalnya tak ada lagi ranting maupun pohon untuk mereka berpegang.
Sementara itu anak orang utan itu terlihat menaiki pundak sang ibu yang berusaha mencari cara agar bisa menyeberang.
Sesekali sang induk orang utan mencoba menginjakkan kakinya di aliran sungai sembari berpegangan pada ranting yang tersisa.
Namun lantaran derasnya aliran sungai, induk orang utan itu pun kembali mundur ke tepian.
“Perjuangan Ibu dan anak Orang Utan di Kutai Timur untuk menyeberangi kali/aliran air yang deras tanpa adanya ranting dan pepohonan,” terang unggahan tersebut.
Potret pilu perjuangan kedua orang utan tersebut pun ramai mendapat simpati warganet.
Tak sedikit yang menyayangkan aksi pembabakan hutan secara berlebihan itu hingga mengakibatkan sejumlah satwa kehilangan habitat aslinya.
Baca juga: Gempa Terjadi di Balangan Kalsel, Magnitudo 2.6, Kedalaman 4 Km
Orang Utan termasuk dalam hewan langka yang dilindungi.
Hewan langka merupakan satwa yang terancam punah karena jumlahnya semakin sedikit di alam bebas.
Perburuan liar dan pembukaan lahan dapat menjadi salah satu sebab jumlah hewan endemik di Indonesia menipis, termasuk Orangutan.
Dikutip dari internationalanimalrescue.or.id, orangutan adalah hewan endemik Indonesia yang termasuk dalam kelompok primata.
Selain Orangutan, kelompok primata terdiri dari monyet, kukang, tarsius dan owa.
Orangutan biasa ditemukan di dalam jantung hutan hujan tropis Indonesia.
Orangutan berasal dari bahasa Melayu "orang" yang berarti manusia dan "utan" yang berasal dari hutan.
Dengan kata lain makna harfiah dari satwa ini adalah manusia hutan.
Baca juga: Digerebek Warga Mesum di Toilet Musala, Pasangan Remaja Hebohkan Indrasari Martapura Dinikahkan
Orangutan memang memiliki bentuk tubuh dan wajah yang kurang lebih mirip dengan manusia.
Namun, orangutan memiliki warna rambut yang berbeda dan tubuh yang lebih kecil dari manusia.
Orangutan termasuk dalam hewan yang dilindungi.
Perburuan liar dan habitat yang berkurang menyebabkan satwa mengagumkan ini memiliki jumlah yang tinggal sedikit di alam.
Di seluruh dunia hanya terdapat tiga jenis orangutan dan semuanya merupakan endemik atau asli Indonesia.
Berikut ini tiga jenis orangutan yang berada di Indonesia:
1. Orangutan Sumatra (Pongo Abelii)
Orangutan ini berasal dari bagian utara Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara.
Orangutan Sumatera memiliki rambut berwarna merah cerah, mudah dibedakan dari jenis primata yang lainnya.
Selain itu, ukuran tubuh dari orangutan Sumatra dapat mencapai 1,7 meter dan beratnya bisa mencapai 90 kg.
Orangutan Sumatra memiliki kebiasaan makan yang cukup unik.
Dibandingkan dengan jenis orangutan lainnya, orangutan Sumatra cenderung menyukai buah-buahan (frugivor) dan serangga (insektivor).
Orangutan Sumatra terkadang juga memakan telur burung atau mamalia kecil lainnya.
Orangutan Sumatra terkenal sebagai hewan yang pintar.
Orangutan Sumatra pernah teramati menggunakan alat untuk mencari makanan, seperti menggunakan ranting untuk mencongkel buah-buahan atau mengorek sarang rayap.
Baca juga: Profil Mantan Sekda Banjar HM Hilman, Berawal ASN di Kalsel Kini Mutasi ke Kalteng
2. Orang Utan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Seperti namanya, orangutan ini berasal dari Pulau Kalimantan.
Orangutan Kalimantan tersebar di berbagai daerah dari Pulau Kalimantan mulai dari bagian selatan pulau hingga bagian utaranya, bahkan hingga ke negara Malaysia.
Orangutan Kalimantan memiliki warna rambut yang sedikit berbeda dengan orangutan Sumatra.
Rambut orangutan Kalimantan berwarna lebih cokelat dibandingkan dengan orangutan Sumatra.
Selain itu, ukuran tubuh orangutan Kalimantan juga lebih besar daripada orangutan Sumatra.
Ukuran tubuh orangutan Kalimantan jantan mencapai 1,2-1,7 m dan berat 50-100 kg.
Baca juga: Damkar HSU Tangkap Ular Piton 3,5 Meter, Kedapatan Warga Sungai Bahadangan Mangsa Kucing
Sedangkan ukuran tubuh orangutan Kalimantan betina 1-1,2 m dan berat 30-50 kg.
Orangutan Kalimantan memiliki kebiasaan hidup yang berbeda juga dari orangutan Sumatra.
Orangutan Kalimantan dikenal lebih penyendiri, artinya orangutan Kalimantan terlihat lebih jarang berkumpul dibanding dengan orangutan Sumatra.
Orangutan Kalimantan memiliki kebiasaan makan yang mirip dengan orangutan Sumatra.
Makanan orangutan Kalimantan cukup beragam, mulai dari buah-buahan seperti buah ara dan durian, dedaunan, biji-bijian, bunga, hingga serangga dan mamalia kecil lain seperti kukang.
3. Orang Utan Tapanuli (Pongo Tapanuliensis)
Orangutan Tapanuli merupakan orangutan yang paling terakhir ditemukan.
Pada tahun 2017, orangutan Tapanuli baru saja ditetapkan oleh peneliti sebagai spesies tersendiri, terpisah dari orangutan Sumatra.
Orangutan Tapanuli tersebar di suatu wilayah di Pulau Sumatra, tepatnya di hutan bagian selatan Danau Toba.
Orangutan Tapanuli adalah orangutan terlangka yang ada di Indonesia.
Wajah orangutan Tapanuli sangat berbeda dengan jenis orangutan lainnya.
Orangutan Tapanuli memiliki bentuk yang lebih kecil, lebih pipih, dan lebih lebar daripada dua jenis orangutan lainnya.
Orangutan Tapanuli juga memiliki rambut lebih tebal daripada orangutan Sumatra maupun orangutan Kalimantan.
Ukuran tubuh orangutan Tapanuli jantan mencapai 137 cm dan berat 70-90 kg.
Sedangkan untuk ukuran tubuh orangutan Tapanuli betina mencapai 110 cm dan berat 40-50 kg.
(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)